28 October 2007

Tutup

Lagi ngga nemu kata yang pas untuk kondisi saya saat ini. Bosen ngeblog, ceting, jaiku dll. Pingin banget bisa benar-benar ngelupain dunia maya ini. Selama ini saya merasa terlalu menggebu menjalin pertemanan di dunia ini, tapi sayangnya banyak diantaranya yang menghilang karena ketidak mampuan saya me-maintain hubungan baik. Maaf…

Mungkin sebaiknya saya tutup saja blog ini dan mulai belajar menulis sesuatu yg bermanfaat tidak hanya untuk saya tapi juga untuk orang lain di sini. cu there.. (lha?? gak sido hiatus tibake hehehe)

Labels:

21 October 2007

Tiket ke surga

Saya tidak pernah tertarik dengan bisnis MLM, karena saya sudah pernah mencoba berkali-kali dan ternyata tidak pernah sukses. Tapi kalo MLM dengan hadiah tiket ke surga seperti yang ini kayaknya saya mau. Cuma 300 ribu perak lhoooo... sampeyan mau?

Labels:

21 September 2007

A belated gift for my bojo

mas, aku punya kado untumu eh untukmu. Jupuk en nang kene...maap telat :D

Labels:

15 September 2007

Bojo



  1. ngakunya mirip ikang fauzi (katanya sih dia pernah denger ada spg yg bisik bisik bilang begitu....)
  2. wedian puuooolll (aku tau di tinggal mlayu waktu di uber wong gendeng. critanya, lagi naik motor, trus onok wong gendeng ngamuk. kita brenti bentar. nonton. eh pas wong gendenge marani aku, eehh dia malah ngacir ama motornya. langsung gak tak sopo seminggu :D)
  3. over protektip (kesannya jadi cerewet)
  4. ndak gaul blasss (ndak kayak aku :P)
  5. ndak keren blass
  6. nek guyon garing kriuk tapi ngguyu2 dewe dadi malah mangkelno sing ngerungokno (aku maksute)
  7. nek wes moco, diceluk gak bakal krungu (mbencekno tenan)
  8. sik..sik..mikir disik
  9. seneng ngupil (nek ngupile nggethu, mbencekno tenan)
  10. kemproh (jare elan)
  11. senengnane nontok discovery channel dan film dokumenter(lha aku seneng hbo. gak nyambung toh??)
  12. apal lagu2 ne ebiet dan bang haji (nek sing iki rodo nyambung, soale aku yo seneng :P)
  13. nek dipoto gak tau tepak, mangkane rodo angel nggoleki potone
  14. gaptek puooollll (gak gelem ganti hp sing akeh fiture soale bingung gak ngerti carane)
  15. jane aku heran iso betah turu bareng sampek 14 tahun karo wong koyo ngene :P
  16. gara-gara de e aku gak sido rabi karo mas anton
slamet ulang taun yo jo, bojo....
sori, jo, sing apik-apik tak simpen dewe, ben gak ge er....

nb: salam cintaaaahh dari aku, elan dan caca...
nb neh: kapan ngajak mlaku2 nang disney channel eh disney land :D

Labels:

23 August 2007

Jilbab=fashion?

Sudah lama saya ingin mengungkapkan ini, tapi saya ragu dan takut akan menimbulkan reaksi keras dari sampeyan semua. Tapi sepertinya sekarang saya harus menuliskannya di sini, tanpa bermaksud melecehkan, merendahkan atau menghina tapi untuk mendapat masukan dari anda sekalian.

Beberapa waktu yang lalu, saya nganter anak saya berenang. Di tengah perjalanan, ada mobil di belakang saya berusaha mendahului. Klakson dibunyikan berkali-kali. Saya menangkap kesan pengemudinya marah karena saya tidak memberinya jalan untuk mendahului. Sebenarnya saya bukan tidak mau memberinya jalan tapi keadaan jalan tidak memungkinkan. Setelah beberapa meter, mobil tadi berhasil menyalip, di depan saya sang sopir (ibu muda berjilbab) mengacungkan jari tengahnya ke luar jendela. Misuhi (memaki) saya. Saya kaget setangah mati. Tidak menyangka akan mendapatkan reaksi sekeras itu (karena saya tidak bermaksud menghambat laju kendaraannya). Anak saya ( kelas 1 SMP) yang melihat itu langsung emosi. Kejar, Ma, ngko tak pisuhi pisan. Jilbaban kok misuhan. Gak cocok blas, gitu kata anak saya.

Untung hati saya sedang bersih :P. Saya redam kemarahan anak saya. Tapi benak saya masih terganggu kalimat anak saya: jilbaban kok misuhan. Salahkan anak saya berkata begitu? Dia menuntut wanita berjilbab harusnya tidak mengucap kata2 kasar. Untung baru 1 yang dia tahu. Berjilbab tapi tidak keberatan mengucap: fak yu. Bagaimana kalau dia tahu kalau ternyata di luar sana ada yang lebih parah (saya ndak usah sebutkan di sini). Untung juga dia tidak bertanya lagi, jadi saya ngga bingung menjelaskannya. Tapi saya merasa harus meluruskan dan saya ingin mendapat masukan dari anda sekalian.

Masih ingat film Catatan Si Boy? Tokoh film yang booming thn 86-an itu sempat menjadi idol anak-anak muda di jaman itu. Ganteng, kaya, digandrungi cewek2 dan...alim. Solat iya tapi cipokan juga okeeehhhh. Dan untuk menggambarkan kealimannya di mobilnya selalu ada tasbih yg digantung di spion dalam. Seperti itukah gambaran pria alim metropolitan? Sama seperti wanita berjilbab metropolitan yang nyante aja tidur dengan suami orang, apalagi cuma bilang fak yu.

Saya kagum pada Novia Kolopaking yang tidak serta merta menutup kepalanya dengan jilbab meski dia menikah dengan seorang kyai kondang. Dia tidak lantas berganti gaya berpakaian hanya untuk memenuhi tuntutan penggemarnya. Karena jilbab memang bukan hanya sekedar menutup aurat saja. Ada konsekuensi yang mengikutinya supaya tidak ada keutuhan antara penampilan dan perilaku. Ibarat lagu, harus ada harmoni antara musik dan lagunya supaya nadanya tidak sumbang.

Meski tidak ada larangan seorang dengan tubuh penuh tato, lidah dan hidung di piercing, rambut dipilin ala Bob Marley sholat jumat di mesjid (anggap saja preman tobat) tapi apakah anda yakin tidak bertanya2? Ngga salah nih? Begitu juga sebaliknya. Pake jilbab tapi doyan selingkuh. Ngga salah nih? Lalu dia anggap apa jilbabnya itu? Rambut kepala ditutupi tapi rambut yg lain malah di ler. Jadi gimana nih? Masih setuju pakaian dan perilaku gak ada hubungannya.

Saya tidak sekeras Gadis Arivia ato Nawal El Saadawi soal jilbab. Tapi bagi saya jilbab dan kebiasaan misuh atau selingkuh atau hal-hal negatif lainnya jelas bertentangan. Memang betul kata mbah ini bahwa memakai jilbab itu sebuah kewajiban bagi muslimah dan kewajiban harus dilaksanakan. Tapi kok saya ngga setuju kalau dikatakan ngga ada hubungannya antara jilbab dan kebiasaan yang bertentangan dgnnya. Duh gimana ya cara ngomongnya. Saya ngga tahu banyak soal agama. Saya menjadi muslim karena orang tua saya muslim. Saya solat karena Dia memerintahkan begitu. Keimanan saya masih rendah. Pengetahuan saya juga sangat dangkal. Saya tidak layak menggugat soal jilbab. Tapi kejadian bersama anak saya itu membuat saya prihatin, ah bukan..bukan prihatin…marah… ya… yaa.. mungkin itu lebih tepat atau… kecewa… ya K E C E W A. Saya kecewa bukan karena saya tidak bisa membalas makiannya tapi saya kecewa karena perempuan itu memakai jilbab hanya untuk alasan fashion saja. Mudah2an saya keliru. Tapi yang jelas dia selangkah lebih baik daripada saya. Dia berjilbab dan saya belum.

Labels:

25 July 2007

Remote control

Belinya di emper toko alis kaki lima. Ngga sengaja alias iseng. Karena harganya cuma sepuluh ribu rupiah (lengkap dengan battery-nya) akhirnya saya beli. Palstiknya sengaja ngga saya buka soalnya saya ngga yakin bisa dipake dan penjualnya memberi money-back guarantee kalau ternyata remote nya ngga bekerja dengan baik.

Walhasil? Ajaib!! Remote cembanan itu bisa dipake. Horeeee!!! Sekarang saya ngga usah repot2 mendekat ke VCD player kalau mau mematikan atau mem-pause. Huh coba tahu dari dulu-dulu. Coba bayangkan sudah setahun ini setiap nonton VCD semua saya lakukan tanpa remote control. Akibatnya, ketika saya tidak bisa melanjutkan menonton film, padahal filmnya tinggal sedikit lagi tamat, saya harus mengulangnya dari awal. Kecuali kalau di pause. Tapi kalau kesempatan nonton lagi baru besok harinya, masak di pause seharian.

Kali ini iseng saya membawa berkah hehehe..
Tapi...ini termasuk barang bajakan bukan ya?

Labels:

13 June 2007

Ikhlas

Kau tak perlu memintaku melakukan hal yg kau anggap baik. Aku tau kapan mesti melakukannya.....
Dan ketika saat itu datang tak ada lagi pamrihku...

Labels:

11 June 2007

Cinta

Tuhan, ajari aku mengenal cinta sebagaimana orang lain mengartikannya.
Karena, kata orang, dia adalah sumber segala2nya.

Pramoedya Ananta Toer

Labels: