Kemarin pagi materi siaran saya tentang penularan virus flu burung melalui hewan adaptor kucing. Sampai setengah perjalanan acara berjalan seperti biasa. Pendengar yang bergabung pun sebagian besar sudah saya kenal. Tapi menjelang acara berakhir ada telpon dari seseorang yang belum saya kenal. Yang bikin saya kaget bukan karena dia mengaku di tempat tinggalnya ada 82 kucing liar, tapi justru tempat dimana dia tinggal. LP Medaeng!! Wah seumur-umur saya kerja, baru kali ini saya dapet telpon dari penghuni LP. Dalam hati saya berdoa, mudah2an ndak ada pemasang iklan yang sedang mendengarkan, kalo ndak bisa urung niat mereka pasang iklan di tempat saya. Lha yang telpon bukan target market jeeee..
Sebenarnya yang saya tanyakan apakah 82 kucing itu menetap disana atau datang pergi, tapi rupanya dia salah persepsi. Lalu dia jawab begini,"Saya penghuni tetap disini, Mbak. Ini pengalaman pertama saya. Saya terjerat pasal 263. Pasal 263 iku opo toh. Lalu saya tanya paman Google, ooo ternyata perkara pemalsuan surat, kalo ndak salah lho ini. Tapi saya bersyukur pendengar saya bukan pembunuh ato pemerkosa, walaupun sebenarnya sedih juga sih. Punya fans kok ya napi :-(
NB: Napi kok boleh punya HP ya? *oon.com*
30 January 2007
27 January 2007
Love Triangle, Threesome, Three Mus Kenthir...
Saat ku pertama
Menatap dalam dirimu
Ku begitu yakin ini cinta
Kutatap dirinya
Rasakupun juga sama
Ku mencintai dirimu dan mencintai dirinya
Tak ingin hidup
Tanpa rasa bahagia
Bahagiaku bila banyak cinta
Pernah ku setia
Namun hidup trasa hampa
Bukannya aku jahanam
Ku hanya mencari senang
Hatiku tak kan bisa kuberdusta
Cinta ini memang
Untuk dirimu dan untuk dirinya
Dan bila
Antara kita menghilang
Tak kembali untuk slama-lamanya
Tak mungkin kusendiri
Kan kucari lagi
Tak kan ku buang waktu
Tanpa cinta
Kumerana
Masih ingat bagaimana Betharia Sonata, Iis Sugianto, Nia Daniaty, Hetty Koes Endang berhasil membius penggemarnya dengan lagu-lagunya yang menyayat hati? Rinto Harahap yang menjadi pencipta mayoritas lagu-lagu mereka, entah sengaja ato tidak, menempatkan mereka sebagai perempuan cengeng dan tak berdaya. Mereka dikhianati, diduakan, dicampakkan dan perlakuan-perlakuan lain oleh lelaki yang membuat mereka akhirnya merana (dan mereka ya mau-mau aja, guoblooookk ). Entah karena merasa terwakili atau karena alasan lain, lagu-lagu jenis itu bisa bertahan cukup lama di hati para penggemarnya. Hingga sekitar awal tahun 90-an kelompok Potret berhasil mendobraknya. Melly memberontak lewat lagu-lagunya seperti Terbujuk dan Mak Comblang. Lalu Ratu dengan Jangan Bilang Siapa-Siapa dan juga lagu di atas Dirimu Dirinya. Isinya tentang perselingkuhan dan ketidak setiaan yang dilakukan perempuan. Mungkin ada sih lagu2 lain yang isinya juga bukan tentang perempuan yang manis-manis ataupun tentang perempuan setia tapi luput dari perhatian saya. Dari sisi moral mungkin ini ngga baik tapi sisi kreativitas penulisan lirik saya pikir ini bagus juga, dari pada kita disodori lagu2 yang isinya cinta-cintaaaa melulu, pengabdiaaaaann melulu.
Ngomong soal keragaman lirik, lirik lagu campursari malah lebih beraneka. Beberapa hari belakangan ini saya sering mendengarkan stasiun radio yang memutarkan lagu-lagu campursari plus penyiarnya yang gayeng puoolll gaya bicaranya. Saya jadi tahu lagu berjudul Mapak Sinden yang menceritakan ttg kesanggupan seseorang menjemput sinden idolanya untuk manggung di hajatannya. Lalu ada lagi lagu berjudul Bakso Mi Ayam yg isinya tentang kangen-kangenan sepasang kekasih tapi disampaikan dengan cara yang jenaka. Coba simak ini:
nyangking timbo kiwo tengen, lungguh jejer nggo tombo kangen
Enteng dan cukup bikin saya senyum-senyum..he..he..
Gimana dengan lagu barat? Waduh, saya ndak ngamati, wong bahasa inggris saya parah jeee. Trus apa hubungannya dengan judul postingan ini? Halah ndak usah pake hubungan2, wong ini nulisnya juga ndak pake mikir, jadi ya sudah ndak usah banyak omong, dengerin aja lagunya disini. Saya tak petan dulu he..he.. ubannya udah tambah banyak..
Ditulis oleh Sok_Bens_Leo
Menatap dalam dirimu
Ku begitu yakin ini cinta
Kutatap dirinya
Rasakupun juga sama
Ku mencintai dirimu dan mencintai dirinya
Tak ingin hidup
Tanpa rasa bahagia
Bahagiaku bila banyak cinta
Pernah ku setia
Namun hidup trasa hampa
Bukannya aku jahanam
Ku hanya mencari senang
Hatiku tak kan bisa kuberdusta
Cinta ini memang
Untuk dirimu dan untuk dirinya
Dan bila
Antara kita menghilang
Tak kembali untuk slama-lamanya
Tak mungkin kusendiri
Kan kucari lagi
Tak kan ku buang waktu
Tanpa cinta
Kumerana
Masih ingat bagaimana Betharia Sonata, Iis Sugianto, Nia Daniaty, Hetty Koes Endang berhasil membius penggemarnya dengan lagu-lagunya yang menyayat hati? Rinto Harahap yang menjadi pencipta mayoritas lagu-lagu mereka, entah sengaja ato tidak, menempatkan mereka sebagai perempuan cengeng dan tak berdaya. Mereka dikhianati, diduakan, dicampakkan dan perlakuan-perlakuan lain oleh lelaki yang membuat mereka akhirnya merana (dan mereka ya mau-mau aja, guoblooookk ). Entah karena merasa terwakili atau karena alasan lain, lagu-lagu jenis itu bisa bertahan cukup lama di hati para penggemarnya. Hingga sekitar awal tahun 90-an kelompok Potret berhasil mendobraknya. Melly memberontak lewat lagu-lagunya seperti Terbujuk dan Mak Comblang. Lalu Ratu dengan Jangan Bilang Siapa-Siapa dan juga lagu di atas Dirimu Dirinya. Isinya tentang perselingkuhan dan ketidak setiaan yang dilakukan perempuan. Mungkin ada sih lagu2 lain yang isinya juga bukan tentang perempuan yang manis-manis ataupun tentang perempuan setia tapi luput dari perhatian saya. Dari sisi moral mungkin ini ngga baik tapi sisi kreativitas penulisan lirik saya pikir ini bagus juga, dari pada kita disodori lagu2 yang isinya cinta-cintaaaa melulu, pengabdiaaaaann melulu.
Ngomong soal keragaman lirik, lirik lagu campursari malah lebih beraneka. Beberapa hari belakangan ini saya sering mendengarkan stasiun radio yang memutarkan lagu-lagu campursari plus penyiarnya yang gayeng puoolll gaya bicaranya. Saya jadi tahu lagu berjudul Mapak Sinden yang menceritakan ttg kesanggupan seseorang menjemput sinden idolanya untuk manggung di hajatannya. Lalu ada lagi lagu berjudul Bakso Mi Ayam yg isinya tentang kangen-kangenan sepasang kekasih tapi disampaikan dengan cara yang jenaka. Coba simak ini:
nyangking timbo kiwo tengen, lungguh jejer nggo tombo kangen
Enteng dan cukup bikin saya senyum-senyum..he..he..
Gimana dengan lagu barat? Waduh, saya ndak ngamati, wong bahasa inggris saya parah jeee. Trus apa hubungannya dengan judul postingan ini? Halah ndak usah pake hubungan2, wong ini nulisnya juga ndak pake mikir, jadi ya sudah ndak usah banyak omong, dengerin aja lagunya disini. Saya tak petan dulu he..he.. ubannya udah tambah banyak..
Ditulis oleh Sok_Bens_Leo
24 January 2007
I was a swinger :)
Beberapa hari yang lalu, seorang teman chat (baca: mantan gebetan virtual) yang saya temui di 'join room' tiba2 kirim mesej di YM saya. Isinya mengabarkan (dengan bangganya) bahwa dia sudah dapat gebetan baru. Yang bikin saya kaget, ternyata saya tahu gebetan barunya itu. Akhirnya setelah diberitahu ID sang pacar, saya kenalan, ngobrol. Sedikit ttg pria itu, lalu dilanjutkan dengan rumpian ttg diri masing2.
Mungkin hari ini lagi hari apes saya, baru saja ol langsung disapa begini:
(pake meebo niih, YM nya di blok ama kantor, makanya tampilannya jadi begini)
[10:16] Dia: kenapa aku jadi bertengkar terus ama R***, sejak aku bilang kalau pernah kenal sama kamu??
[10:16] Dia: :S
('kamu'? Padahal, dulu dia panggilnya 'Babe' wakakakak. Dalam hati saya berkata: lha mbuh lho mas, kok nanya saya? Aku bingung, udah lama ndak pernah chat, tau-tau dpt pertanyaan spt itu. Karena masih menghormati temen blog ku itu, yaaa.. aku jawab lah dengan 'sabar')
[10:18] Aku: lho kok aku dibawa2?
[10:18] Aku: apa salahku?
[10:19] Dia: salahmu?
[10:19] Dia: tanyalah sama rumput yg berogyang
( kok jadi aku yang salah ya? Dan jawabannya itu lho, bikin ndak napsu)
[10:20] Aku: :S
[10:21] Aku: Mulai bosen kali
[10:22] Dia: bosen apanya?
[10:22] Dia: yg jelas aku bertengkar terus ama dia
[10:23] Dia: krn dr semua pertanyaanmu atau apa yg ada di kamu, dia pasti curiga kalau kita perna / ada apa2
[10:23] Dia: :S
[10:24] Aku: Lho? Aku jarang chat ama R***. Cuma pas hari perkenalan itu dan sehari setelahnya. Itupun ngobrolnya soal blog. Not about u. Tenang aja, lagi PMS kali dia..
(di bagian ini, sebenernya saya udah pingin misuh2. Tapi sekali lagi, karna dia pacar temen blog saya, maka saya pendam hasrat untuk misuh2 (hayyah))
[10:33] Dia: :S
Obrolan di atas semakin menguatkan kesimpulan saya (halah)tentang teman-teman yang saya temui di chat room. NDAK MUTU!!! (sama ndak mutunya dengan saya he..he..)
NB: Buat 'R', ampuuuuuunnnn, jangan hukum aku atas kejahilanku mempostingkan ini. Mudah2an tidak ada seorangpun yang cerdas dan menemukanmu he..he..
Mungkin hari ini lagi hari apes saya, baru saja ol langsung disapa begini:
(pake meebo niih, YM nya di blok ama kantor, makanya tampilannya jadi begini)
[10:16] Dia: kenapa aku jadi bertengkar terus ama R***, sejak aku bilang kalau pernah kenal sama kamu??
[10:16] Dia: :S
('kamu'? Padahal, dulu dia panggilnya 'Babe' wakakakak. Dalam hati saya berkata: lha mbuh lho mas, kok nanya saya? Aku bingung, udah lama ndak pernah chat, tau-tau dpt pertanyaan spt itu. Karena masih menghormati temen blog ku itu, yaaa.. aku jawab lah dengan 'sabar')
[10:18] Aku: lho kok aku dibawa2?
[10:18] Aku: apa salahku?
[10:19] Dia: salahmu?
[10:19] Dia: tanyalah sama rumput yg berogyang
( kok jadi aku yang salah ya? Dan jawabannya itu lho, bikin ndak napsu)
[10:20] Aku: :S
[10:21] Aku: Mulai bosen kali
[10:22] Dia: bosen apanya?
[10:22] Dia: yg jelas aku bertengkar terus ama dia
[10:23] Dia: krn dr semua pertanyaanmu atau apa yg ada di kamu, dia pasti curiga kalau kita perna / ada apa2
[10:23] Dia: :S
[10:24] Aku: Lho? Aku jarang chat ama R***. Cuma pas hari perkenalan itu dan sehari setelahnya. Itupun ngobrolnya soal blog. Not about u. Tenang aja, lagi PMS kali dia..
(di bagian ini, sebenernya saya udah pingin misuh2. Tapi sekali lagi, karna dia pacar temen blog saya, maka saya pendam hasrat untuk misuh2 (hayyah))
[10:33] Dia: :S
Obrolan di atas semakin menguatkan kesimpulan saya (halah)tentang teman-teman yang saya temui di chat room. NDAK MUTU!!! (sama ndak mutunya dengan saya he..he..)
NB: Buat 'R', ampuuuuuunnnn, jangan hukum aku atas kejahilanku mempostingkan ini. Mudah2an tidak ada seorangpun yang cerdas dan menemukanmu he..he..
22 January 2007
Are you a swinger?
Saya langsung pasang status 'busy' di YM saya begitu saya mendapat pertanyaan itu. Bukan sok sibuk tapi saya memang bener-bener sibuk buka ini he..he.. Maklum, wong ndeso kayak saya mesti rajin nanya ke mbak Miriam itu biar ndak keliatan ndesonya ato paling ndak berkuranglah.
Waduh, ya jelas I'm not, nuuuu. Kalo swing yang dansa-dansa itu boleh lah. Tapi kalo untuk definisi yg b, saya ndak berani. Bukan takut dosa, tapi takut ketahuan he..he..
Kembali ke pertanyaan teman chat tadi. Dulu sebelum punya blog, saya sering kali ketemu teman (baca: lawan) bicara seperti itu. Suka nanya yang aneh-aneh. Tapi itu saya maklumi karena memang ketemunya di join room (he..he.. ketahuan belangnya). Lama-lama bosen juga ditanya seperti itu dengan berbagai versi, mulai dari yang sopan sampe yang vulgar seperti yang diatas itu. Intinya, semua ngajak ngesex (maaf saya ndak suka pake gaya bahasa eufimisme).
Belum lagi kejengkelan yang lain: mau join dimana aja, selalu ketemu orang India (maaf), yang bukannya memperbaiki bahasa inggris saya, tapi malah merusaknya. Masih mending kalo sopan. Tapi dari sekian banyak lelaki yang saya temui di chatroom, buat saya mereka semua lelaki hidung belang dan mata keranjang.
Ngomong2 ttg istilah mata keranjang, saya jadi inget waktu hadir di acara peluncuran buku Remy Sylado, Sam Po Kong, dia bercerita istilah mata keranjang sebenarnya bukan berarti mata dan keranjang atau matanya sekeranjang tapi mata menuju ranjang. Tetapi karena penulisan awalan ke di sambung pada kata ranjang, maka artinya menjadi lain, karena dalam bahasa Indonesia keranjang berarti tempat atau wadah barang dari anyaman, ato liat sendiri lah di KBBI, saya ndak mau sok ilmiah.
Kembali ke masalah join room. Mungkin saya termasuk yang apes, karena mau join di room mana aja, mau yang room dalam negri ato yang English-speaking room (dengan bekal bahasa Inggris yang pas-pasan) selalu saja saya ketemu dengan 2 tipe pria yang di atas. Lama-lama jadi eneg, makanya kemudian lahirlah blog ndak mutu ini... because I'm not (yet) a swinger he..he..
Oh ya..hampir lupa, sampeyan termasuk lelaki yang mana? Mata ke ranjang atau hidung belang?
Waduh, ya jelas I'm not, nuuuu. Kalo swing yang dansa-dansa itu boleh lah. Tapi kalo untuk definisi yg b, saya ndak berani. Bukan takut dosa, tapi takut ketahuan he..he..
Kembali ke pertanyaan teman chat tadi. Dulu sebelum punya blog, saya sering kali ketemu teman (baca: lawan) bicara seperti itu. Suka nanya yang aneh-aneh. Tapi itu saya maklumi karena memang ketemunya di join room (he..he.. ketahuan belangnya). Lama-lama bosen juga ditanya seperti itu dengan berbagai versi, mulai dari yang sopan sampe yang vulgar seperti yang diatas itu. Intinya, semua ngajak ngesex (maaf saya ndak suka pake gaya bahasa eufimisme).
Belum lagi kejengkelan yang lain: mau join dimana aja, selalu ketemu orang India (maaf), yang bukannya memperbaiki bahasa inggris saya, tapi malah merusaknya. Masih mending kalo sopan. Tapi dari sekian banyak lelaki yang saya temui di chatroom, buat saya mereka semua lelaki hidung belang dan mata keranjang.
Ngomong2 ttg istilah mata keranjang, saya jadi inget waktu hadir di acara peluncuran buku Remy Sylado, Sam Po Kong, dia bercerita istilah mata keranjang sebenarnya bukan berarti mata dan keranjang atau matanya sekeranjang tapi mata menuju ranjang. Tetapi karena penulisan awalan ke di sambung pada kata ranjang, maka artinya menjadi lain, karena dalam bahasa Indonesia keranjang berarti tempat atau wadah barang dari anyaman, ato liat sendiri lah di KBBI, saya ndak mau sok ilmiah.
Kembali ke masalah join room. Mungkin saya termasuk yang apes, karena mau join di room mana aja, mau yang room dalam negri ato yang English-speaking room (dengan bekal bahasa Inggris yang pas-pasan) selalu saja saya ketemu dengan 2 tipe pria yang di atas. Lama-lama jadi eneg, makanya kemudian lahirlah blog ndak mutu ini... because I'm not (yet) a swinger he..he..
Oh ya..hampir lupa, sampeyan termasuk lelaki yang mana? Mata ke ranjang atau hidung belang?
17 January 2007
No Pain No Bra
Ulangan anak-anak selesai. Seperti biasa, anak-anak menuntut perhatian lebih. Ngga peduli mamanya sudah teler karena kerjaan di kantor nambah (tapi tidak berbanding lurus dengan gaji), kemarin pulang kantor mereka nodong ngajak renang. Karena masih terlalu siang, saya minta ijin untuk tidur dulu sejenak, karena sejak di perjalanan saya sudah ngantuk banget. Tidak lupa saya pesan anak-anak untuk membereskan perlengkapan berenang. Sementara saya pesan si mbak untuk menyiapkan punya saya (bukan contoh yang baik hihihi).
Bagun tidur, seperti biasa kalau mau berenang, baju renang saya pakai sejak dari rumah, jadi di kolam tingal copot baju saja. Tanpa memeriksa isi tas, saya langsung cabut sama anak-anak.
Di kolam, seperti biasa, TP-TP (walah gak nyebuuuttt). Maksudnya pamer sama orang-orang yang ada di kolam (terutama brondong-brondong dan bapak-bapak yg bisanya cuma berendam doang), liat gue nih, biar udah emak-emak, masih kuat berenang 3-4 putaran tanpa jeda. *sombong.mode*
Setelah cape, kami mentas. Lebih dulu saya mandikan si kecil. Acara mandi bilas ini tidak terlalu makan waktu karena hari itu kolamnya sepi pengunjung. Maklum weekdays. Setelah saya selesai mandi dan mengeringkan badan, giliran selanjutnya pake kutang dan CD kan? Tapi kemana 2 benda sakti itu? Ubek-ubek seluruh isi tas, tak berhasil juga kutemukan. Telpon rumah? Buat apa? Lagian kalo berenang saya tidak pernah bawa HP ato barang-barang berharga lainnya. Apalagi setelah Jeng Kenny pernah kecopetan di kolam renang.
Setelah ngga ada lagi tempat untuk mencari, akhirnya aku simpulkan si Mbak lupa memasukkan 2 benda itu dan aku pasrah. Maksudnya? Yo muleh ra nganggo kutang dan CD hehehe. Waduh, isiiisss meen..wakakak (tragicomedy). Untungnya benda sakti saya yg tertinggal itu tipenya (?)34 A, jadi ngga terlalu ngefek lah meski ndak pake. Malah keliatan seksi kayaknya, ngga perlu pake nipple tiruan. Wakakakak (kenthir). Makanya, Bu…siapin sendiri perlengkapannya. Kaya putri aja, segalanya minta diladenin) No pain..No Bra xixixixi.
Maap postingannya agak panjang.
Bagun tidur, seperti biasa kalau mau berenang, baju renang saya pakai sejak dari rumah, jadi di kolam tingal copot baju saja. Tanpa memeriksa isi tas, saya langsung cabut sama anak-anak.
Di kolam, seperti biasa, TP-TP (walah gak nyebuuuttt). Maksudnya pamer sama orang-orang yang ada di kolam (terutama brondong-brondong dan bapak-bapak yg bisanya cuma berendam doang), liat gue nih, biar udah emak-emak, masih kuat berenang 3-4 putaran tanpa jeda. *sombong.mode*
Setelah cape, kami mentas. Lebih dulu saya mandikan si kecil. Acara mandi bilas ini tidak terlalu makan waktu karena hari itu kolamnya sepi pengunjung. Maklum weekdays. Setelah saya selesai mandi dan mengeringkan badan, giliran selanjutnya pake kutang dan CD kan? Tapi kemana 2 benda sakti itu? Ubek-ubek seluruh isi tas, tak berhasil juga kutemukan. Telpon rumah? Buat apa? Lagian kalo berenang saya tidak pernah bawa HP ato barang-barang berharga lainnya. Apalagi setelah Jeng Kenny pernah kecopetan di kolam renang.
Setelah ngga ada lagi tempat untuk mencari, akhirnya aku simpulkan si Mbak lupa memasukkan 2 benda itu dan aku pasrah. Maksudnya? Yo muleh ra nganggo kutang dan CD hehehe. Waduh, isiiisss meen..wakakak (tragicomedy). Untungnya benda sakti saya yg tertinggal itu tipenya (?)34 A, jadi ngga terlalu ngefek lah meski ndak pake. Malah keliatan seksi kayaknya, ngga perlu pake nipple tiruan. Wakakakak (kenthir). Makanya, Bu…siapin sendiri perlengkapannya. Kaya putri aja, segalanya minta diladenin) No pain..No Bra xixixixi.
Maap postingannya agak panjang.
14 January 2007
For Adult Only
Sebenarnya sudah beberapa kali saya penasaran pada jamu (ato vibrator he..he..) ini. Tapi baru kemarin saya berani minta petugas apotik untuk mengambilkan kotak ini, dengan taruhan malu, karena dilirik bapak-bapak di sebelah saya (cuek ajaa, ngga kenal ini..).
Judulnya Tongkat Nikmat (nyem..nyemmm glek..), khusus untuk wanita. Katanya bisa bikin rapet (lawang be'eeee). Seperti jamu-jamu lokal (baca ilegal) lainnya, selain alamat pabrik ngga jelas, bahasanya pun asik punya. Coba liat aturan pakai no 2: yang hitam dipakai kalau mau main lima menit sebelumnya. Main??? Main gaple?
Judulnya Tongkat Nikmat (nyem..nyemmm glek..), khusus untuk wanita. Katanya bisa bikin rapet (lawang be'eeee). Seperti jamu-jamu lokal (baca ilegal) lainnya, selain alamat pabrik ngga jelas, bahasanya pun asik punya. Coba liat aturan pakai no 2: yang hitam dipakai kalau mau main lima menit sebelumnya. Main??? Main gaple?
11 January 2007
Falling in love..
CINTAI AKU LAGI
Setiap malam aku slalu merenung
Terbayang dapat menyentuh wajahmu
Ingin kuulangi sekali lagi
Rasa indah yang pernah kualami
Kurasakan
Kehampaan
Kuiinginkan
Kehangatan
Cintai aku lagi
Seperti waktu itu
Tak bisa kuhindari
Hati selalu merindu
Sayangi aku lagi
Tak mampu kusendiri
Tanpa hadirmu
Tanpa cintamu
Ngga seperti biasanya, beberapa hari belakangan saya suka sekali mendengarkan lagu ini. Seperti sedang jatuh cinta (lagi..:P)
Buat yang juga suka silakan download lagunya Disini
09 January 2007
05 January 2007
KALIREN
Sejak harga beras naik teman saya yang satu ini selalu mengeluh ndak bisa makan nasi dan terpaksa makan nasi aking. Setiap hari ituuuu melulu yang jadi bahan pembicaraan, sampai rasa iba saya berubah menjadi bosan. Kebetulan kemarin saya pulang bareng, jadi sekalian saya ajak dia makan enak.
Waduh, mentang-mentang ada yang nraktir, makannya banyak banget! Aku rodok curiga, jangan-jangan dia nogo-en (bukan cacingen), lha wong mangane wakeh banget jeeee. Ini buktinya:











Sebenarnya ada 2 piring lagi yang isinya nasi goreng dan teman-temannya yg cukup berat. Piring yang satunya lagi isinya spageti, cuma sayang fotonya burek, jadi ndak saya tampilkan. Tak pikir 12 gambar ini sudah cukup mewakili untuk menyebutnya Wrikodara alias perut srigala. Untungnya kita makan di restoran all u can eat, jadi aku ndak perlu ketar-ketir mbayare, soale wes mbayar nang ngarep. Denger-denger katanya, setelah makan gila-gilaan itu, semalam sampai pagi ini dia belum makan apapun, karena belum lapar (koyok ulo ae mari mangan akeh trus turu seminggu.. wakakakak)
NB: gambar fruit cocktail memang sengaja ditampilkan 2 kali, soale temenku itu memang ambil 2 kali.
Waduh, mentang-mentang ada yang nraktir, makannya banyak banget! Aku rodok curiga, jangan-jangan dia nogo-en (bukan cacingen), lha wong mangane wakeh banget jeeee. Ini buktinya:
Sebenarnya ada 2 piring lagi yang isinya nasi goreng dan teman-temannya yg cukup berat. Piring yang satunya lagi isinya spageti, cuma sayang fotonya burek, jadi ndak saya tampilkan. Tak pikir 12 gambar ini sudah cukup mewakili untuk menyebutnya Wrikodara alias perut srigala. Untungnya kita makan di restoran all u can eat, jadi aku ndak perlu ketar-ketir mbayare, soale wes mbayar nang ngarep. Denger-denger katanya, setelah makan gila-gilaan itu, semalam sampai pagi ini dia belum makan apapun, karena belum lapar (koyok ulo ae mari mangan akeh trus turu seminggu.. wakakakak)
NB: gambar fruit cocktail memang sengaja ditampilkan 2 kali, soale temenku itu memang ambil 2 kali.
31 December 2006
HUJAN-HUJANAN
Bagi sebagian orang kehujanan mungkin jadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Apalagi kalau kehujanan pada saat dandanan masih rapi. Sumpah serapah tak jarang muncul pada saat karunia Tuhan sedang tercurah seperti ini. Manusia memang mau enaknya sendiri. Kalau bisa dia yang ngatur kapan hujan turun, kapan matahari bersinar. Wenaaak tenaaaannn dadi tuhan, gitu kali ya.. (Jadi inget film Bruce Almighty..I Got The Power!!!). Tapi bagi saya kehujanan merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu. Paling tidak sampai tadi malam.
Surabaya di guyur hujansejak siang sampai malam. Dalam hati saya berdoa mudah-mudahan hujan terus turun sampai saya pulang kantor. Selama ini setiap turun hujan, kalau tidak sedang dalam angkot, di rumah, ya di kantor. Jadi ngga ada kesempatan buat hujan-hujanan dan memakai jas hujan baru saya. Sudah sebulan lebih saya menunggu saat memakai pakaian kebesaran ini. Ingin menikmati diciprati air hujan. Ingin menikmati dinginnya diguyur air hujan, soalnya ngga mungkin kan lari-lari di depan rumah cuma pake CD doang he..he.. (bisa melotot mata Pak RT ku melihat bodiku yg seksi ini kikikik). Dan akhirnya saat itupun tiba. Huajn tlah tiba..hujan tlah tiba (dinyanyikan seperti lagunya Tasya Libur tlah Tiba). Aku hujan-hujanaaaaannnn...

Keterangan gambar:
Lokasi: rumah lengang Christie
Kostum: Girogiro Armani
Sepatu: Manollo Blantik (maaf tidak tampak di gambar)
Make Up: Peter F Semirang
Fotografer: Darwis Dardurung
Surabaya di guyur hujansejak siang sampai malam. Dalam hati saya berdoa mudah-mudahan hujan terus turun sampai saya pulang kantor. Selama ini setiap turun hujan, kalau tidak sedang dalam angkot, di rumah, ya di kantor. Jadi ngga ada kesempatan buat hujan-hujanan dan memakai jas hujan baru saya. Sudah sebulan lebih saya menunggu saat memakai pakaian kebesaran ini. Ingin menikmati diciprati air hujan. Ingin menikmati dinginnya diguyur air hujan, soalnya ngga mungkin kan lari-lari di depan rumah cuma pake CD doang he..he.. (bisa melotot mata Pak RT ku melihat bodiku yg seksi ini kikikik). Dan akhirnya saat itupun tiba. Huajn tlah tiba..hujan tlah tiba (dinyanyikan seperti lagunya Tasya Libur tlah Tiba). Aku hujan-hujanaaaaannnn...
Keterangan gambar:
Lokasi: rumah lengang Christie
Kostum: Girogiro Armani
Sepatu: Manollo Blantik (maaf tidak tampak di gambar)
Make Up: Peter F Semirang
Fotografer: Darwis Dardurung
25 December 2006
NGISIN-NGISINIIIII
Meskipun sudah berulangkali dirugikan oleh sikap ceroboh saya, tapi saya tetap tidak pernah kapok bersikap ceroboh, menganggap remeh sesuatu. Yang terakhir saya alami hari Sabtu kemarin. Teman saya menikah. Undangannya sudah saya terima kira-kira 5 hari sebelumnya. Setelah saya lihat tanggal, jam dan tempatnya, saya tutup undangan itu dan membiarkannya tergeletak di meja bercampur dengan koran dan majalah.
Ketika tiba hari H, tanpa melihat lagi undangan yang sudah tenggelam di tumpukan koran dan majalah, kami langsung berangkat menuju pesta. Begitu sampai di sana, saya langsung mengisi buku tamu memasukkan amplop ke dalam rumah-rumahan (mboh opo jenenge iku), lalu melangkah masuk gedung. Tapi di ambang pintu saya jadi ragu, nama pengantin yang ditempel di pintu kok bukan nama temanku ya? Lalu saya kembali lagi ke mbak-mbak penerima tamu tadi. Saya tanyakan nama lengkap pengantinnya. Ternyata nama yang disebutkan mbak itu bukan nama yang kukenal. Segera saya teringat sebaris kata yang tertera di undangan teman saya, tempat: Pool Side. Ya, tempatnya di pool side bukan di dalam gedung. Waduh gimana nih, amplopnya sudah kadung dimasukkan ke rumah-rumahan itu. Diminta lagi, ngga ya? Saya bingung.
*)Daripada malu akhirnya saya masuk aja ke dalam, bergabung dengan tamu-tamu yang lain dan berlagak pilon. Dalam hati saya berucap: wah gimana nih, ngga jadi dateng ke pesta temenku dong. Lha wong amplope cuma siji. Mosok yo di lobokno mudho ngono, gak atek amplop. Sambil makan, saya mikir buat nyari amplop ato apa aja yg bisa buat mbungkus duit. Untungnya waiternya ada yg baik, saya di berinya amplop satu. jadinya, hari itu saya buwu ke 2 tempat. Waduuuh tanggal tuweeekkk, tambah entek duitku..
(iki versi mbujuk)
(yang ini versi non fiksi)
Untungnya ada perempuan sepuh (mungkin kerabat sang pengantin) yang menangkap kebingungan saya. Katanya:
+ Kenapa mbak?
- Hhhmmm anu ..saya salah, Bu. Pesta teman saya ternyata di pool side, bukan disini. Maaf..
+ Oooh mboten nopo-nopo, diambil saja lagi. Ndak pa-pa..
- Trimakasih bu, maaf…
Lalu dengan muka agak ditekuk, mbak penerima tamu tadi membuka rumah-rumahan tadi dan mengambil amplop saya..(untuuung ada ibu itu, coba kalo ngga, rugi dooong gueee he..he..). Untunge omah-omahan iku gak dikunci (soalnya biasanya kan dikunci dan kuncinya dibawa yang punya hajat). Untungnya lagi tamu yang datang bersama saya tidak banyak jadi mbak penerima tamu itu masih mau mencarikan amplop saya sing isine duit dollar (hehe sing iki mbujuk ). Untungnya (maneh), amplopnya saya kasih nama di luar, biasanya saya masukkan kartu nama di dalamnya, tapi berhubung kartunama lagi habis, akhirnya identitas saya tulis di luar. Untung yang berikutnya adalah saya belum makan jadi ndak malu ngambil amplop saya lagi (ndak malu apa ndak punya malu? hihihi..Lapo isin wong aku gak korupsi kok, gak ngrampok kok, sing korupsi ae malah gak isin blas.. he..he.. bela diri kiii, padahal asline peliiiitt).
Ketika tiba hari H, tanpa melihat lagi undangan yang sudah tenggelam di tumpukan koran dan majalah, kami langsung berangkat menuju pesta. Begitu sampai di sana, saya langsung mengisi buku tamu memasukkan amplop ke dalam rumah-rumahan (mboh opo jenenge iku), lalu melangkah masuk gedung. Tapi di ambang pintu saya jadi ragu, nama pengantin yang ditempel di pintu kok bukan nama temanku ya? Lalu saya kembali lagi ke mbak-mbak penerima tamu tadi. Saya tanyakan nama lengkap pengantinnya. Ternyata nama yang disebutkan mbak itu bukan nama yang kukenal. Segera saya teringat sebaris kata yang tertera di undangan teman saya, tempat: Pool Side. Ya, tempatnya di pool side bukan di dalam gedung. Waduh gimana nih, amplopnya sudah kadung dimasukkan ke rumah-rumahan itu. Diminta lagi, ngga ya? Saya bingung.
*)Daripada malu akhirnya saya masuk aja ke dalam, bergabung dengan tamu-tamu yang lain dan berlagak pilon. Dalam hati saya berucap: wah gimana nih, ngga jadi dateng ke pesta temenku dong. Lha wong amplope cuma siji. Mosok yo di lobokno mudho ngono, gak atek amplop. Sambil makan, saya mikir buat nyari amplop ato apa aja yg bisa buat mbungkus duit. Untungnya waiternya ada yg baik, saya di berinya amplop satu. jadinya, hari itu saya buwu ke 2 tempat. Waduuuh tanggal tuweeekkk, tambah entek duitku..
(iki versi mbujuk)
(yang ini versi non fiksi)
Untungnya ada perempuan sepuh (mungkin kerabat sang pengantin) yang menangkap kebingungan saya. Katanya:
+ Kenapa mbak?
- Hhhmmm anu ..saya salah, Bu. Pesta teman saya ternyata di pool side, bukan disini. Maaf..
+ Oooh mboten nopo-nopo, diambil saja lagi. Ndak pa-pa..
- Trimakasih bu, maaf…
Lalu dengan muka agak ditekuk, mbak penerima tamu tadi membuka rumah-rumahan tadi dan mengambil amplop saya..(untuuung ada ibu itu, coba kalo ngga, rugi dooong gueee he..he..). Untunge omah-omahan iku gak dikunci (soalnya biasanya kan dikunci dan kuncinya dibawa yang punya hajat). Untungnya lagi tamu yang datang bersama saya tidak banyak jadi mbak penerima tamu itu masih mau mencarikan amplop saya sing isine duit dollar (hehe sing iki mbujuk ). Untungnya (maneh), amplopnya saya kasih nama di luar, biasanya saya masukkan kartu nama di dalamnya, tapi berhubung kartunama lagi habis, akhirnya identitas saya tulis di luar. Untung yang berikutnya adalah saya belum makan jadi ndak malu ngambil amplop saya lagi (ndak malu apa ndak punya malu? hihihi..Lapo isin wong aku gak korupsi kok, gak ngrampok kok, sing korupsi ae malah gak isin blas.. he..he.. bela diri kiii, padahal asline peliiiitt).
21 December 2006
KECELE
Alasan utamanya adalah: mau berhemat. Makanya ketika seseorang menawarkan saya untuk menggunakan kartu yang nelpon kemana aja taripnya sama aja saya oke-oke aja. Apalagi teman sekantor dan suami juga sodara-sodara yang sering saya telpon juga banyak yang make kartu ini. Karena apply nya kolektif maka tanpa menunggu waktu lama, kartu saya diantar ke kantor. Saking napsunya, saya langsung tebarkan pengumuman lewat sms (dengan nomer lama) bahwa mulai saat itu nomor saya ganti.
Tapi apa lacur (kalimat iki maksute opo yo sa'jane? he..he) ketika saya aktifkan, kartunya error!! Setelah tanya sana-tanya sini ternyata sudah dipakai orang lain!! (Kok bisa seeeeh Maaaassss). Anda bisa bayangkan berapa kerugian yang saya derita dengan mengirim sms (yg ahkirnya mubazir itu) ke ribuan (hiperbola nih) penggemar he..he.. Belum kerugian immaterial berupa: malu!!
Setelah saya laporkan kejadian di atas, saya lalu diberi nomor baru dan jalan. Tapi ternyata ujian kesabaran belum selesai. Untuk mengaktifkan GPRS nya butuh waktu 2 x 24 jam. Duh Lama banget sih!! Tapi oke lah saya tunggu. 2 hari berlalu, dengan tidak sabar saya coba layanan itu. Ternyata koneksinya sangat buruk. Tidak pernah bisa lebih dari 5 menit selalu putus. Rrrrrgggghhhh.. Kudu misuh ae reeeek. MISUUUUUH !!! (Kayaknya lebih lego kalo misuhnya pake yg hurup depannya J kali ya he..he..). Kalo komplain, jawabannya klise: lagi ada penambahan kapasitas lah, ada perbaikan lah dll, dsb. dst. Misuuuuh (maneh)
Sekarang saya sedang dalam penantiaan terakhir, setelah komplen berkali-kali ngga ada hasil. Katanya saya disuruh nunggu 3 x 24 jam (biyuh..biyuuuh..) . Nek sik pancet putus-putus GPRS e, wes tak putus ae. Daripada misuh-misuh terus?
Tapi apa lacur (kalimat iki maksute opo yo sa'jane? he..he) ketika saya aktifkan, kartunya error!! Setelah tanya sana-tanya sini ternyata sudah dipakai orang lain!! (Kok bisa seeeeh Maaaassss). Anda bisa bayangkan berapa kerugian yang saya derita dengan mengirim sms (yg ahkirnya mubazir itu) ke ribuan (hiperbola nih) penggemar he..he.. Belum kerugian immaterial berupa: malu!!
Setelah saya laporkan kejadian di atas, saya lalu diberi nomor baru dan jalan. Tapi ternyata ujian kesabaran belum selesai. Untuk mengaktifkan GPRS nya butuh waktu 2 x 24 jam. Duh Lama banget sih!! Tapi oke lah saya tunggu. 2 hari berlalu, dengan tidak sabar saya coba layanan itu. Ternyata koneksinya sangat buruk. Tidak pernah bisa lebih dari 5 menit selalu putus. Rrrrrgggghhhh.. Kudu misuh ae reeeek. MISUUUUUH !!! (Kayaknya lebih lego kalo misuhnya pake yg hurup depannya J kali ya he..he..). Kalo komplain, jawabannya klise: lagi ada penambahan kapasitas lah, ada perbaikan lah dll, dsb. dst. Misuuuuh (maneh)
Sekarang saya sedang dalam penantiaan terakhir, setelah komplen berkali-kali ngga ada hasil. Katanya saya disuruh nunggu 3 x 24 jam (biyuh..biyuuuh..) . Nek sik pancet putus-putus GPRS e, wes tak putus ae. Daripada misuh-misuh terus?
13 December 2006
WALAAAH KALAH LAGIIII
Kageeet plus marah plus kecewa baca berita ini. Kecewa karena ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya kita sudah kalah mematenkan tempe, rendang, batik dan mungkin masih ada sederet kekayaan lain milik kita yang justru dipatenkan negara lain.
Lha piye toh, wong jelas-jelas kita yang menciptakan tempe, kok yo di aku-aku sama wong Jepang. Dia yang kurang ajar ato kita yang lalai. Saya kok condong ke yang terakhir. Ya kita kita yang lengah kalo ngga boleh dibilang bego. Udah kalah memperebutkan tempe harusnya kita waspada dong. Sebagai pemilik negara yang gemah ripah loh jinawi sudah seharusnya orang-orang Deperindag ato siapa lah yang bertanggung jawab, waspada jangan sampai hal yang sama terulang lagi.
Tapi nyatanya kejadian lagi kan. Coba bayangkan masa untuk jualan kunyit aja kita mesti minta ijin sama Jepang? Walaaaah mesakno tenan Yu Marti langganan jamu sing isuk-isuk mesti mampir nang omah. Bisa-bisa gak bisa jualan jamu lagi sampeyan Yu....
Lha piye toh, wong jelas-jelas kita yang menciptakan tempe, kok yo di aku-aku sama wong Jepang. Dia yang kurang ajar ato kita yang lalai. Saya kok condong ke yang terakhir. Ya kita kita yang lengah kalo ngga boleh dibilang bego. Udah kalah memperebutkan tempe harusnya kita waspada dong. Sebagai pemilik negara yang gemah ripah loh jinawi sudah seharusnya orang-orang Deperindag ato siapa lah yang bertanggung jawab, waspada jangan sampai hal yang sama terulang lagi.
Tapi nyatanya kejadian lagi kan. Coba bayangkan masa untuk jualan kunyit aja kita mesti minta ijin sama Jepang? Walaaaah mesakno tenan Yu Marti langganan jamu sing isuk-isuk mesti mampir nang omah. Bisa-bisa gak bisa jualan jamu lagi sampeyan Yu....
09 December 2006
MAU JADI APA?
Kalo ada reinkarnasi, kamu pilih jadi apa? Laki ato perempuan. Temen saya langsung jawab lantang: Laki-laki. Kenapa? Soale dadi wong lanang iku enak. Iso sak kareppe dewe. Iso mblakrak, gak onok sing protes. Masio doyan wedok, gak onok sing ngilokno. Bisa punya istri lebih dari satu. Wes poko'e wenak tenan dadi wong lanang!!! Coba aja liat, suami selingkuh bukannya digugat cerai malah didampingi minta maaf di depan pers! Wuih, jiannn istri idaman, berbakti pada suami (gak tau di belakang, abis lempar-lempar piring kali he..he..).
Ada lagi yang minta ijin kawin lagi soalnya sering tugas keluar kota, bininya gak bisa di ajak. Gimana bisa diajak, lha wong anake sak renteng. Kalo ikut suami, siapa yang jaga anak-anak? (Ato jangan-jangan emang sengaja bininya dikasih banyak anak supaya ngga bisa diajak ke luar kota he..he.., suudzon iki..) Makanya, sang suami nyari 'penjaga' yg bisa ngurusin kalo dia lagi keluar kota. Sekali lagi jadi laki-laki itu wenaaaaakkk, bisa punya bini di berbagai kota.
Mau contoh lain? Coba sampeyan yang perempuan main laki-laki, apa kata orang? Dasar perempuan gatel, murahan, binal dll. Tapi coba kalo sebaliknya, paling banter komentarnya cuman gini: ya wajar lah laki-laki. Sukur-sukur bukan bininya yang disalahkan; abis bininya sih gak bisa ngeladeni, ya gitu lah suaminya kelayapan. Weleh, kita lagi yang salah. Sekali lagi wenaaak tenan dadi wong lanang isok selingkuh sana selingkuh sini...
Makanya mbesok kalo ada tawaran; mau jadi apa kau kalau dilahirkan kembali. Aku akan dengan lantang menjawab: MAU JADI LAKI-LAKI!!! Bukan mau jadi jahanam tapi cuma buat cari senang ha..ha.. ngutip Pingkan Mambo nih.
Kalo ngga kuat poligami minimal bisa menikmati polipantai laaahhh..
Ada lagi yang minta ijin kawin lagi soalnya sering tugas keluar kota, bininya gak bisa di ajak. Gimana bisa diajak, lha wong anake sak renteng. Kalo ikut suami, siapa yang jaga anak-anak? (Ato jangan-jangan emang sengaja bininya dikasih banyak anak supaya ngga bisa diajak ke luar kota he..he.., suudzon iki..) Makanya, sang suami nyari 'penjaga' yg bisa ngurusin kalo dia lagi keluar kota. Sekali lagi jadi laki-laki itu wenaaaaakkk, bisa punya bini di berbagai kota.
Mau contoh lain? Coba sampeyan yang perempuan main laki-laki, apa kata orang? Dasar perempuan gatel, murahan, binal dll. Tapi coba kalo sebaliknya, paling banter komentarnya cuman gini: ya wajar lah laki-laki. Sukur-sukur bukan bininya yang disalahkan; abis bininya sih gak bisa ngeladeni, ya gitu lah suaminya kelayapan. Weleh, kita lagi yang salah. Sekali lagi wenaaak tenan dadi wong lanang isok selingkuh sana selingkuh sini...
Makanya mbesok kalo ada tawaran; mau jadi apa kau kalau dilahirkan kembali. Aku akan dengan lantang menjawab: MAU JADI LAKI-LAKI!!! Bukan mau jadi jahanam tapi cuma buat cari senang ha..ha.. ngutip Pingkan Mambo nih.
Kalo ngga kuat poligami minimal bisa menikmati polipantai laaahhh..
04 December 2006
DARI PORONG....
Kalau usaha terakhir penanganan lumpur gagal, kajian BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi) semburan baru akan mereda setelah tigapuluh satu tahun. Artinya bukan hanya Sidoarjo yang tenggelam, tapi juga Surabaya. Duh..Gusti..ampuni dosa kami...
Kemarin saya dan suami jalan-jalan ke Porong. Memang sengaja jalan-jalan, ke rumah teman sambil melihat sendiri bagaimana keadaan disana. Harusnya banyak yang bisa saya potret, tapi suami melarang saya.
Bojo: kamu bukan sedang dalam tugas jurnalistik. Ini bukan main-main. Ini bencana. Bukannya prihatin, malah poto-poto.
Aku: nek ngono kartu pers mu tok no. Bilang aja mau liputan.
Bojo: Itu bohong namanya.
Aku: ya jangan bohong lho.
Bojo: maksutmu, aku mbok kongkon nulis ngono tah? Iku jenengi nambahi kerjaan. Gak usah. Tujuannya tadi bukan untuk ini.
Aku: yo wes, nek ngono aku pake kartuku ae. (pancet ngeyel)
Bojo: sudahlah, kamu kan tidak sedang bertugas. Itu bohong namanya. Untuk apa sih? Akan lebih baik kalau kamu memberikan bantuan untuk mereka.
Aku: bantuan? Gak kliru tah Mas. Mereka itu bukan orang miskin. Ganti ruginya gede.
Bojo: Ngga semuanya begitu. Kalaupun memang iya, sekarang mereka sedang menderita
Ya.. memang tidak sepantasnya saya poto-poto kalo hanya untuk kepentingan blog dan memang bukan untuk itu tujuan saya kesana. Untung ada yang mengingatkan, dan mudah2an dia ngga bosan mengingatkan istrinya yang sering mbeller, sembrono, pemalas, boros, cerewet dan gak becus masak ini. Pendek kata dari tiga 'ur', dapur-sumur-kasur, saya cuma hebat di yang terakhir, itupun subyektif. Maksutnya kalau sudah di kasur saya pasti langsung ngorok he..he.. Makanya daripada berantem, saya milih nurut (bukan ngalah, karena ngga biasa ngalah. Maunya ngalahin terusssss) aja.
Jadi inilah hasil jalan-jalan saya kemarin.
.jpg)
Lokasi toko ini ada di Jalan Raya Porong. Pemiliknya, Ibu Rahmawati mengaku sejak jalan di depan tokonya macet, omzet tokonya menurun drastis. Sekarang, beliau tidak lagi menambah stok barang tapi hanya menghabiskan barang yang ada. Suaminya yang pernah menjadi sales dan sedikit tahu ilmu marketing berusaha menarik pembeli dengan memasang spanduk ini di depan tokonya. Ketika ditanya tentang mengungsi, Rahmawati menjawab ngga ada persiapan sama sekali. "Saya sih pasrah aja, Mbak," katanya sambil tersenyum. Padahal desa Siring di sebelah tempatnya tinggal sudah dalam keadaan seperti dibawah ini.


Jalanan di depan toko Cendrawasih milik Rahmawati memang macet total. Itu yang menyebabkan tokonya sepi pembeli. Panas matahari yang menyengat dan asap dari kendaraan yang terjebak kemacetan membuat saya sulit mendapatkan udara segar bahkan untuk sekedar berteduhpun sulit sekali. Kolong jembatan tol yang sering dijadikan lahan berjualan pun sekarang jadi tidak aman, bahkan untuk sekedar berteduh sekalipun. Karena jembatan bisa runtuh sewaktu-waktu. Kata Surbakti Syukur, Kepala Cabang Tol Surabaya-Gempol, terjadi pergeseran dudukan jembatan dan tumpuan jembatan 6 cm terpantau sejak 9 Oktober lalu (Kompas, 2 Desember 2006)
.jpg)
Sekarang jalan tolnya bisa dilewati sepeda motor lho....
.jpg)
Enam ratus meter lagi...
.jpg)
Karena masih ada acara ngajak anak-anak berenang, akhirnya kami pulang. Siangnya kita jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan. Ini poto jagoan saya yang nomer satu, Reza.

Sayangnya di acara yang menyenangkan ini, kacamata kesayangan dan satu-satunya milik saya hilang. Hiks..
Kemarin saya dan suami jalan-jalan ke Porong. Memang sengaja jalan-jalan, ke rumah teman sambil melihat sendiri bagaimana keadaan disana. Harusnya banyak yang bisa saya potret, tapi suami melarang saya.
Bojo: kamu bukan sedang dalam tugas jurnalistik. Ini bukan main-main. Ini bencana. Bukannya prihatin, malah poto-poto.
Aku: nek ngono kartu pers mu tok no. Bilang aja mau liputan.
Bojo: Itu bohong namanya.
Aku: ya jangan bohong lho.
Bojo: maksutmu, aku mbok kongkon nulis ngono tah? Iku jenengi nambahi kerjaan. Gak usah. Tujuannya tadi bukan untuk ini.
Aku: yo wes, nek ngono aku pake kartuku ae. (pancet ngeyel)
Bojo: sudahlah, kamu kan tidak sedang bertugas. Itu bohong namanya. Untuk apa sih? Akan lebih baik kalau kamu memberikan bantuan untuk mereka.
Aku: bantuan? Gak kliru tah Mas. Mereka itu bukan orang miskin. Ganti ruginya gede.
Bojo: Ngga semuanya begitu. Kalaupun memang iya, sekarang mereka sedang menderita
Ya.. memang tidak sepantasnya saya poto-poto kalo hanya untuk kepentingan blog dan memang bukan untuk itu tujuan saya kesana. Untung ada yang mengingatkan, dan mudah2an dia ngga bosan mengingatkan istrinya yang sering mbeller, sembrono, pemalas, boros, cerewet dan gak becus masak ini. Pendek kata dari tiga 'ur', dapur-sumur-kasur, saya cuma hebat di yang terakhir, itupun subyektif. Maksutnya kalau sudah di kasur saya pasti langsung ngorok he..he.. Makanya daripada berantem, saya milih nurut (bukan ngalah, karena ngga biasa ngalah. Maunya ngalahin terusssss) aja.
Jadi inilah hasil jalan-jalan saya kemarin.
.jpg)
Lokasi toko ini ada di Jalan Raya Porong. Pemiliknya, Ibu Rahmawati mengaku sejak jalan di depan tokonya macet, omzet tokonya menurun drastis. Sekarang, beliau tidak lagi menambah stok barang tapi hanya menghabiskan barang yang ada. Suaminya yang pernah menjadi sales dan sedikit tahu ilmu marketing berusaha menarik pembeli dengan memasang spanduk ini di depan tokonya. Ketika ditanya tentang mengungsi, Rahmawati menjawab ngga ada persiapan sama sekali. "Saya sih pasrah aja, Mbak," katanya sambil tersenyum. Padahal desa Siring di sebelah tempatnya tinggal sudah dalam keadaan seperti dibawah ini.
Jalanan di depan toko Cendrawasih milik Rahmawati memang macet total. Itu yang menyebabkan tokonya sepi pembeli. Panas matahari yang menyengat dan asap dari kendaraan yang terjebak kemacetan membuat saya sulit mendapatkan udara segar bahkan untuk sekedar berteduhpun sulit sekali. Kolong jembatan tol yang sering dijadikan lahan berjualan pun sekarang jadi tidak aman, bahkan untuk sekedar berteduh sekalipun. Karena jembatan bisa runtuh sewaktu-waktu. Kata Surbakti Syukur, Kepala Cabang Tol Surabaya-Gempol, terjadi pergeseran dudukan jembatan dan tumpuan jembatan 6 cm terpantau sejak 9 Oktober lalu (Kompas, 2 Desember 2006)
.jpg)
Sekarang jalan tolnya bisa dilewati sepeda motor lho....
.jpg)
Enam ratus meter lagi...
.jpg)
Karena masih ada acara ngajak anak-anak berenang, akhirnya kami pulang. Siangnya kita jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan. Ini poto jagoan saya yang nomer satu, Reza.
Sayangnya di acara yang menyenangkan ini, kacamata kesayangan dan satu-satunya milik saya hilang. Hiks..
30 November 2006
TAMU-TAMU KECIL
Hari ini kantor saya kedatangan tamu-tamu kecil yang lucu-lucu. Meskipun kemriyek (maklum anak TK) tapi seneng juga liat mereka. Coba aja liat gimana gaya mereka di depan saya. Ada yang ngomong sendiri di depan mik (yang ini pake bahasa Inggris) ada yg minta diputerin lagu SMS (weleh, kok yo ngerti ngono lho, jiiaaan hebat tenan lagu iki) sampe yang teriak-teriak semua jadi satu. Gurune sampek bingung melok bengok-bengok pisan.





Melihat mereka saya jadi inget sama si Elan di rumah. Kalau anak-anak ini 20 orang didampingi 3 orang guru, sekolah anakku lebih hebat. Satu guru untuk 40 murid. Hebat toh. Makanya anakku tenang-tenang aja kalo ngga bikin pe er. Gurunya ngga akan cerewet.
Sebentar lagi musin hujan, si Elan seneng banget, soalnya kalo musim ujan gini, sekolahnya sering libur karena air hujan ngga hanya netes dari atas genteng yang bocor tapi juga masuk dari bawah alias banjir. Trus yang paling kasian, dia ngga mau sarapan pagi soalnya takut kebelet BAB. Katanya WC nya kotor, jadi dia jijik. Weleh, mesakno tenan kowe Le... Trus kalo gini, sapa yang salah.
Ya salahku lah, masa salah gurunya. Sudah tahu sekolahnya kayak gitu, kenapa juga menyekolahkan anak disitu. Lha, mampunya cuma segitu e.. Berarti siapa dong yang salah? Kantorku be'e yo. Kenapa ngga ngasih saya gaji yang agak gedean dikit he..he.. biar saya bisa masukin anak saya ke sekolah yang sekelas isinya cuma sepuluh orang, gurunya 3 orang ato bahkan 5 orang. Uh..boro-boro... Cicilan sepeda motor aja blom lunas..
Tapi untungnya Tuhan sangat mengerti keadaan saya yang serba pas-pasan ini. Kami semua ngga pernah sakit!! Jadi ngga perlu keluar uang buat ke dokter dan beli obat. Alhamdulillaaaaah.. Sambil terus menghibur hati saya bilang sama Elan: Gak po-po Le, sekolahmu elek, sing penting sinau sing sregep. Pak Harto karo Pak SBY, biyen sekolahe nang ndeso kok yo iso dadi presiden, Ya toh?
Melihat mereka saya jadi inget sama si Elan di rumah. Kalau anak-anak ini 20 orang didampingi 3 orang guru, sekolah anakku lebih hebat. Satu guru untuk 40 murid. Hebat toh. Makanya anakku tenang-tenang aja kalo ngga bikin pe er. Gurunya ngga akan cerewet.
Sebentar lagi musin hujan, si Elan seneng banget, soalnya kalo musim ujan gini, sekolahnya sering libur karena air hujan ngga hanya netes dari atas genteng yang bocor tapi juga masuk dari bawah alias banjir. Trus yang paling kasian, dia ngga mau sarapan pagi soalnya takut kebelet BAB. Katanya WC nya kotor, jadi dia jijik. Weleh, mesakno tenan kowe Le... Trus kalo gini, sapa yang salah.
Ya salahku lah, masa salah gurunya. Sudah tahu sekolahnya kayak gitu, kenapa juga menyekolahkan anak disitu. Lha, mampunya cuma segitu e.. Berarti siapa dong yang salah? Kantorku be'e yo. Kenapa ngga ngasih saya gaji yang agak gedean dikit he..he.. biar saya bisa masukin anak saya ke sekolah yang sekelas isinya cuma sepuluh orang, gurunya 3 orang ato bahkan 5 orang. Uh..boro-boro... Cicilan sepeda motor aja blom lunas..
Tapi untungnya Tuhan sangat mengerti keadaan saya yang serba pas-pasan ini. Kami semua ngga pernah sakit!! Jadi ngga perlu keluar uang buat ke dokter dan beli obat. Alhamdulillaaaaah.. Sambil terus menghibur hati saya bilang sama Elan: Gak po-po Le, sekolahmu elek, sing penting sinau sing sregep. Pak Harto karo Pak SBY, biyen sekolahe nang ndeso kok yo iso dadi presiden, Ya toh?
25 November 2006
SEHAT ITU CANTIK
Saya yakin anda setuju dengan kalimat diatas. Secantik apapun seorang perempuan, kalau dia tidak sehat, kecantikannya akan memudar atau bahkan hilang. Seringkali kita menganggap kesehatan adalah sesuatu yang sudah selayaknya kita terima, tanpa perlu berusaha mendapat atau mempertahankannya.
Bagi mereka yang masih berusia dua puluhan, mungkin tidak perlu susah-susah berpantang, diet atau olah raga untuk mendapatkan kondisi tubuh yang prima. Tapi bagi mereka yang sudah diatas tigapuluhan, makan bukan hanya untuk mengenyangkan perut tapi juga -seharusnya- untuk menyehatkan tubuh. Makanya kemudian banyak yang menganut pola makan food-combining, vegeratian dll. Cara lain yang harus dilakukan supaya tubuh tetap sehat (atau sexy ya?) adalah dengan berolahraga. Ini penting terutama untuk mereka yang sudah pernah melahirkan, atau pernah hamil. Siapa juga sih yang mau punya perut gendut, pantat kendor dan lengan bergelambir. Belum lagi resiko meningkatnya penyakit kanker, jantung, dan diabetes untuk yang berperut gendut akibat lemak toksik (yang ini ngutip kata dokter).
Kalau boleh memilih, semua perempuan pasti milih body ala J-Lo, atau Janet Jackson ato siapa lah yang seksi-seksi. Tapi mereka itu kan ngga cuma makan tidur untuk punya body se oke itu. Itu yang ngga kita liat.
Mungkin gambar dibawah ini bisa memotivasi pembaca yang selalu malas berolah raga. Mereka rata-rata nerusia diatas 30 dan sudah emak-emak. Memang tidak sekencang perutnya Vena Melinda atau Viki Burky. Tapi masih oke kan?






Olahraga itu harus supaya kita tetap sehat. Kalau kita sehat, kita akan terlihat cantik dan segar. Itu untuk kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa not even for husbands. Tapi kalau akhirnya para suami senang melihat istrinya sehat, cantik dan seksi, wah itu side efek...
Note: Terimakasih untuk teman-teman atas ijin pemuatan fotonya
Bagi mereka yang masih berusia dua puluhan, mungkin tidak perlu susah-susah berpantang, diet atau olah raga untuk mendapatkan kondisi tubuh yang prima. Tapi bagi mereka yang sudah diatas tigapuluhan, makan bukan hanya untuk mengenyangkan perut tapi juga -seharusnya- untuk menyehatkan tubuh. Makanya kemudian banyak yang menganut pola makan food-combining, vegeratian dll. Cara lain yang harus dilakukan supaya tubuh tetap sehat (atau sexy ya?) adalah dengan berolahraga. Ini penting terutama untuk mereka yang sudah pernah melahirkan, atau pernah hamil. Siapa juga sih yang mau punya perut gendut, pantat kendor dan lengan bergelambir. Belum lagi resiko meningkatnya penyakit kanker, jantung, dan diabetes untuk yang berperut gendut akibat lemak toksik (yang ini ngutip kata dokter).
Kalau boleh memilih, semua perempuan pasti milih body ala J-Lo, atau Janet Jackson ato siapa lah yang seksi-seksi. Tapi mereka itu kan ngga cuma makan tidur untuk punya body se oke itu. Itu yang ngga kita liat.
Mungkin gambar dibawah ini bisa memotivasi pembaca yang selalu malas berolah raga. Mereka rata-rata nerusia diatas 30 dan sudah emak-emak. Memang tidak sekencang perutnya Vena Melinda atau Viki Burky. Tapi masih oke kan?
Olahraga itu harus supaya kita tetap sehat. Kalau kita sehat, kita akan terlihat cantik dan segar. Itu untuk kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa not even for husbands. Tapi kalau akhirnya para suami senang melihat istrinya sehat, cantik dan seksi, wah itu side efek...
Note: Terimakasih untuk teman-teman atas ijin pemuatan fotonya
22 November 2006
BELUT ELEK
Mumpung Mbak ini lagi pergi, saya akan ambil kaplingnya: nulis tentang makanan. Kalo selama ini Jeng ini, Jeng ini dan Jeng ini ini selalu teriak-teriak minta bebek, rawon, rujak cingur dlsb, saya mau kasih tahu satu lagi bahan teriakan. Namanya Pecel Belut Elek.Biasanya pemilik usaha restoran akan membuat nama sebagus mungkin untuk menu di tempatnya tapi Haji Poer rupanya punya pikiran lain. Dia justru berusaha menarik perhatian orang untuk mencoba menu di warungnya dengan memberikan nama yang berkonotasi negatif: elek. Saya termasuk yang jadi korban. Karena sudah tahu nikmatnya belut goreng Haji Poer ini, saya coba memesannya dan ternyata memang enak. Menurut penjualnya (yang naujubila cuantiiik banget, istrinya kali), diberi nama elek karena tampilannya yang coklat (biasanya putih) dan warna coklat ini terbentuk karena ketika menggoreng, ditambahi saos Raja Rasa. Ini gambarnya, ngga sebagus hasil jepretannya Mas ini memang, tapi lumayan kan?

Pak Haji Poer memang hebat, kata suami saya yang rumahnya deket ama warungnya Pak Haji ini, beliau jualan sudah sejak 25 th yang lalu! Mulai dari warung kecil sampe sekarang (masih kecil siih tapi pelanggannya itu lho..). Kata mbak yg melayani saya kemaren, sehari Haji Poer bisa menghabiskan belut sampai 70 kg. Belutnya juga bukan belut biasa tapi belut tambak yang katanya lebih empuk dibanding belut sawah.
Nah, untuk Jeng-jeng yang pingin nyoba, kalau ke Surabaya coba mampir ke warung Haji Poer di Banyu Urip Bok Abang. Naik terus, sampe di lapangan bola, kalo blom keliatan, tanya deh ama tukang becak di sana, pasti mereka tau. Kalo tukang becaknya pura-pura ngga tahu coba ajak dia makan bareng, bilang mo ditraktir, pasti dia mau nunjukin. Ato kalo mau nyoba cabangnya yang di Sidoarjo, boleh. Alamatnya pokoknya di pertigaan RS Siti Hajar dan Matahari, tepatnya di ruko baru, yang pojok sendiri. He..he.. alamate gak jelas...
19 November 2006
TAZZZZ....MANIAA

Tugas dari Jeng ini memang ngga berat, tapi kalo ada pepatah you are what you eat, saya takut ada orang yang percaya pada pepatah lain yg bunyinya you are what you bring he..he.. Bisa-bisa mereka akan membaca aku dari isi tasku kan? Tapi ya wes biar aja.. mau jelek, mau bagus..I am what I am..(bener tah nulise?).
Yang jelas ada 2 benda yang tidak masuk dalam tas ku tapi ikutan nampang disini. penjelasannya nanti aja, sekarang kujelaskan yang ada dalam isi tas dulu. Eh tasnya dulu kali ya?
- Tas. Sebenarnya kuning bukan warna favoritku, (lagi pula aku ngga punya sepatu kuning buat di-mecing-in dengan tas ini dan aku tak peduli). Tapi waktu aku beli tas ini aku suka modelnya. Simple dan bisa muat banyak. Talinya ada 2 yang pendek ama yang panjang. Bahannya juga lembut, kata penjualnya sih dari kulit asli, (kulit pisng kali, kan kuning) ya aku sih percaya aja. Tapi ketika kutanya ternyata warna lain ngga ada. Setelah putar-putar kesana-kemari ngga ada yg cocok sementara kaki udah mulai pegel, akhirnya pilihan jatuh ke tas ini.
- Dompet. Umurnya udah lebih dari 5 tahunan. Udah old fashioned ya? Aku gak tahu model dompet yg lagi in yg kayak gimana? Kapan2 boleh juga nih buka-bukaan isi dompet.
- Peralatan mani pedi. Bukannya kemayu ato apa. Itu dapet hadiah dari alfamart. Lumayan buat mani-pedi kalo lagi nganggur di kantor.
- Pelembab. Punya Ristra. kadang pake yg ini kadang pake yang dari klinik. Pokoknya mana yang ada di tas lah.
- Body lotion. Merknya Natural Honey. Murah meriah, bisa berbagi dengan teman-teman sekantor.
- Sun Care. Merknya Ultima. Harus dibawa, soalnya kalo siaran pagi harus berangkat setengah lima. Jadi blom sempet pake ini. Pakenya di kantor.
- Tas kosmetik. Didalemnya masih ada lagi ting crentil sing liyane.
- Name Tag: Gak usah dijelasno.
- Dental Floss: yang kecil di belakang botol-botol. Warnanya biru. Merknya Oral B. Harus dibawa. Ngga kebayang kalo ketinggalan dan kebetulan menu makan siangnya ayam atao empal.
- Permen. Merknya Fishermen's Friends. Manjur buat serak-serak. Hal yang tidak boleh terjadi saat siaran.
- Pantyliners: hmmm.. udah pada ngerti semua kan? Kali aja dibutuhkan, termasuk teman yang mau minta juga boleh. Biasanya aku juga bawa kakaknya, tapi mbuh nang endi, udah kepake kemarin kali blom ngambil lagi.
- Card Reader. Buat transfer data dari hp dan sebaliknya.
- Hp. Yang kena virus itu. Sampe tulisan ini diposting virusnya masih kubiarkan bersemayam di dalamnya.
- Obat: Centabio. Kata dokter bisa sedikit ngilangin bekas luka (ato aku yg salah denger ya?) Ada bekas bisul di paha kiri, aduh wes gak mulus lagi poko'e. *mode. sedih* (perlu ngga sih diceritain?)
- Sisir: Merknya Vidal Sassoon (penting ngga sih). Ini juga jarang ku pake. Soalnya rambutku kriwul dan udah di set dari rumah untuk tidak perlu disisir seharian. Banyak yg bilang: mbak rambutnya diapain? Mbak rambutnya amazing deh. Mbak rambutnya kereen. *mode ge er* (kapan2 potona tak munculkan..he...he.. narsis.com).
- Pisau Lipat: Kadang2 dibutuhkan untuk ngupas buah buat sarapan kalo dines pagi hari. (weleh sok gaya hidup sehat niiiyyy)
- Pulpen: jarang dipake.
- Sandal: merknya Bata. Hanya untuk menunjukkan kalau aku orangnya ngga fashionable. Buktinya, tasnya kuning, sandalnya coklat. Pake sandal ke kantor soalnya hari sabtu.
- Tempat minum: untuk dipake di kantor biar ngga bolak-balik keluar ruangan.
18 November 2006
Virus
Beberapa hari belakangan ini saya dipusingkan oleh yang namanya virus! Virus ini jahat banget karena sama sekali tidak menampakkan gejala tahu-tahu pulsa abis gitu aja. Ya virusnya ada di henpon. Awalnya saya ngga sadar, tapi begitu pulsa tinggal sekitar 5 ribuan, saya jadi tahu kalau ternyata pulsa saya berkurang tanpa jejak 500, 100, 1000 dalam hitungan menit. Wah kalo terus-terusan bisa bangkrut dong.
Dengan dada bergelora karena marah (weleh), saya telpon provider kartu telpon saya. Saya laporkan masalahnya sekalian saya nanya kok bisa? Setelah tanya jawab sedikit, sang operator menyarankan untuk membawa hape saya ke nokia aja. Katanya pasti ada virus na. Waduh!
Karena masih blom ada waktu buat ke nokia (baca: males), saya mencoba-coba sendiri gimana caranya ngakali si virus ini. Mulai dari meng-clear cache, mengubah setting access point (yang tadinya xl gprs, trus tak ganti telkomsel gprs, maksutnya sih biar virusnya gak bisa konek keluar), mengubah auto konek ke manual, eehh, ternyata ngga berhasil juga. Si virus masih bisa konek. Buktinya pernah seharian sengaja saya tidak melakukan koneksi internet, ternyata di menu GPRS data counternya, banyak catatan koneksi internet. Sebel ngga sih. Wah kayaknya satu-satunya jalan keluar, saya harus ke nokia.
Ya sudahlah, harus meluangkan waktu memang. Dengan gagah perkasa, saya berangkat ke NPC. Sesampainya disana, astaga, antriannya kayak antri ke dokter kandungan favorit!! Nomer antriannya sampe habis. Karna sudah terlanjur, saya pilih bersabar aja deh, ikutan ngantri, sambil cuci mata biar ngga stress. Setelah menunggu kira-kira 1,5 jam akhirnya nama saya dipanggil (krn nomer antrian abis, jadi daftarnya pake nama). Setelah diperiksa ternyata memang benar ada virusnya. Tapi yang bikin saya kaget sekaligus kecewa, si mbak bilang, biayanya 250 ribu mbak dan harus ditinggal kira2 4 harian. Kalo ada sparepart yang harus diganti, biayanya bisa nambah. Weleh, 250 hanya untuk virus henpon, gak weeess. Mending buat ceting aja tiap hari. Pokoknya balapan ama virus!!! Ada yang bisa bantu ngga? He..he..pelit ya...
Dengan dada bergelora karena marah (weleh), saya telpon provider kartu telpon saya. Saya laporkan masalahnya sekalian saya nanya kok bisa? Setelah tanya jawab sedikit, sang operator menyarankan untuk membawa hape saya ke nokia aja. Katanya pasti ada virus na. Waduh!
Karena masih blom ada waktu buat ke nokia (baca: males), saya mencoba-coba sendiri gimana caranya ngakali si virus ini. Mulai dari meng-clear cache, mengubah setting access point (yang tadinya xl gprs, trus tak ganti telkomsel gprs, maksutnya sih biar virusnya gak bisa konek keluar), mengubah auto konek ke manual, eehh, ternyata ngga berhasil juga. Si virus masih bisa konek. Buktinya pernah seharian sengaja saya tidak melakukan koneksi internet, ternyata di menu GPRS data counternya, banyak catatan koneksi internet. Sebel ngga sih. Wah kayaknya satu-satunya jalan keluar, saya harus ke nokia.
Ya sudahlah, harus meluangkan waktu memang. Dengan gagah perkasa, saya berangkat ke NPC. Sesampainya disana, astaga, antriannya kayak antri ke dokter kandungan favorit!! Nomer antriannya sampe habis. Karna sudah terlanjur, saya pilih bersabar aja deh, ikutan ngantri, sambil cuci mata biar ngga stress. Setelah menunggu kira-kira 1,5 jam akhirnya nama saya dipanggil (krn nomer antrian abis, jadi daftarnya pake nama). Setelah diperiksa ternyata memang benar ada virusnya. Tapi yang bikin saya kaget sekaligus kecewa, si mbak bilang, biayanya 250 ribu mbak dan harus ditinggal kira2 4 harian. Kalo ada sparepart yang harus diganti, biayanya bisa nambah. Weleh, 250 hanya untuk virus henpon, gak weeess. Mending buat ceting aja tiap hari. Pokoknya balapan ama virus!!! Ada yang bisa bantu ngga? He..he..pelit ya...
Subscribe to:
Posts (Atom)