31 August 2007

Snack Jadul

Ada banyak nama untuk menyebut makanan ini: bipang, jipang, gipang bahkan ada yang menyebutnya brondong (wah nek sing iki pancen enak :D). Snack ini adalah favorit saya waktu masih kecil dulu selain arum manis dan permen. Rasanya manis dan renyah. Terbuat dari beras ketan (mungkin) yang diolah sedemikian rupa hingga berasnya mengembang berlipat2. Saya tidak tahu pasti ini makanan khas mana. Ada yang bilang ini makanan khas jawa timur tapi ada juga yang bilang ini makanan khas Banten.

Sempet nonton Discover China (ne gak salah) disana ternyata ada juga makanan ini. Cuma sayangnya saya telat nontonnya, jadi cuma sempat liat biji-biji bipang itu di aduk dalam gula karamel lalu di tuang dalam cetakan. Jadi penasaran gimana ya cara bikin biji2 beras itu bisa ngembang segede jagung. Enak kali ya kalo kita bisa menemukan varietas padi seperti itu. Ngga bakalan ada kelaparan di Indonesia. Lha berasnya aja segede itu. Untuk bikin nasi sebakul kita mungkin cuma butuh segenggam beras. Mosok yang gede-gede selalu datangnya dari Bangkok (meski konon katanya benihnya gak ada satupun yang dari Thailand). Nah timbang kangelan golek bekatul mending cari cara bikin padi varitas unggul sing iso segede biji bipang. Iso ra, Pi?

22 August 2007

Mahameru 2

Tadinya mau saya posting di sini. Tapi kok susah sekali ngatur le ot nya (ato aku yang oon?). Dibawah ini poto jadul waktu ke Semeru. Jangan tanya tahun berapa, ntar ketahuan kalo saya sudah tua hehehehe. Ceritanya bisa dibaca di sini.

Menuju Ranu Pane

Ranu Pane

Ranu Pane juga

Di depan Pos Ranu Pane. Menuju Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo. Aku dan Yeti

Menuju Puncak. Lihat medannya. 3 jam kami 'merangkak'


Akhirnyaaa....sampe juga. Ki-ka Yoga, Deni, Anen, Yeti, Ali. Aku, Ronald

Poto bareng 'Gie'. Lihat kostumnya, jins semua, pinjem semua. Untung dalemnya masih ada baju lagi


Ali, Ronald, Yoga. Di mana mereka ya....


Perjalanan pulang.


Aku dan Deni. Kelelahan di hutan cemara

NB: Posting ini saya persembahkan (halah) untuk teman2 satu kost di Wisma Blambangan.

14 August 2007

Mahameru

Saya menyebutnya sisa-sisa masa kejayaan. Bayangin aja naik gunung pertama kali ke gunung tertinggi se Jawa pula. Siapa yang ngga bangga. Tapi rasa bangga itu justru muncul bertahun-tahun sesudah kejadian. Saya lupa tepatnya tahun berapa yang pasti bulan Agustus, saya -tanpa direncanakan sebelumnya- bergabung dengan teman-teman satu kost yang akan mendaki gunung Semeru. Keputusan saya untuk ikut mendaki saya buat hanya beberapa jam sebelum berangkat. Misi saya juga tidak sehebat misi Gie. Saya cuma ngga mau kesepian di kost karena semua pada mudik.

Karena memang bukan pendaki gunung (tapi saya pecinta alam lhooo) saya tidak punya perlengkapan untuk mendaki. Akhirnya sambil di susu-susu (diobrak teman2 maksute)saya cari pinjaman sepatu (sepatuku wes elek), jaket dan lain-lain. Pendek kata semuanya barang pinjeman kecuali sidi dan kutang hehe.. Jangan tanya soal kemampuan baca peta dan kompas karena kami tidak membawa 2 benda itu (pokoke benar2 bonek alias bondo nekat). Bekal? Kami cuma bawa mi instan tok!! Plus susu bubuk dan kornet. Perlengkapan lain saya tidak tahu menahu, karena backpack saya (yang biasa saya pake buat kuliah) cuma berisi mukenah (ben ketok alim), dan perlengkapan daleman, baju ganti, sarung tangan, topi plus makanan kecil dan air minum. Jadi bek pek nya kempes ngga seperti pendaki2 lain yang bek pek nya bisa melebihi tinggi kepalanya. Bahkan ada yang ditaruh di dada pula. Celana yang saya pakai pun celana jins. Norman Edwin pasti ketawa kalo lihat persiapan saya mendaki. Pokoknya perlengkapan yang kami bawa sangat standar kalau tidak boleh dibilang minim.

Sampai di Ranu Pane hari masih sore. Poto-poto merupakan acara utama. Ini salah satunya.

Malamnya saya kedinginan karena jaket dan celana saya dari bahan jins (oon tenan). Untung semua bisa teratasi sehingga perjalanan ke Ranu Kumbolo bisa dilanjutkan keesokan harinya. Disana poto2 lagi laaahhh�. Ini salah satunya.

Ranu Kumbolo ini lebih luas (14 ha) dan lebih indah dari Ranu Pane. Airnya pun jernih. (kami langsung meminumnya tanpa dimasak, ngeman parafin kata temen saya hahahaha kere tenan). Setelah bermalam di Ranu Kumbolo kami (6 cowo 2 cewe) berangkat menuju pos terakhir di Kalimati. Di awal perjalanan kami langsung dihadang bukit terjal kemudian melewati padang rumput luas yg dikelilingi bukit dan gunung. Namanya Oro-oro Ombo. Pokoknya indaaaaaaahh sekali. Setelah itu kami masuk hutan cemara, Cemoro Kandang (duuuhh pingin kesana lagi).

Sampai di pos Kalimati (2.700 m) kami (eh teman2ku ding) mendirikan tenda. Sudah magrib waktu itu. Aduuuuhhh indah sekali melihat sunset di alam terbuka tanpa diganggu suara mesin mobil dan dering telpon. Sambil menunggu tendanya berdiri. (aku dan Yeti, cuma duduk-duduk bak juragan :D). Yang ngambil air ke sumber (lupa namanya) juga yang cowok-cowok. Jadi kami berdua (aku dan Yeti) benar-benar tidak berguna sama sekali hehehe. Malamnya, lagi-lagi saya kedinginan gara-gara celana jins itu.

Besoknya perjalanan berlanjut ke Arcopodo (2900m) Sekitar 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang di tepi jalannya terdapat jurang yg sangat curam. Arcopodo ini adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir. Kami berangkat dini hari sekitar jam 2 karena estimasi waktu pendakian ke puncak Semeru sekitar 3-4 jam dengan medan yang cukup berat. Sungguh, seandainya saya tahu sebelumnya medannya akan seberat itu, saya yakin tidak akan ikut dalam pendakian. Saya sempat putus asa dan ingat mati (sungguh!!!) karena puncak yang kelihatannya dekat itu tak kunjung tercapai. Tanah (baca: pasir) yang saya injak selalu longsor. Kemiringan 45 derajat (mungkin lebih) membuat kami tidak bisa disebut berjalan tapi merangkak. Di sini kelihatan sekali watak asli teman-teman saya. Ada seorang teman yang mulai berhalusinasi berteriak-teriak minta kiriman helikopter. Ada bakat schizophrenia kayaknya hehehe (piiiissss Anen). Tapi akhirnya, meski tidak sempat menyaksikan asap dari Kawah Jonggringseloko, kami puas berhasil menjejakkan kaki di Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa....



Ini poto perjalanan pulang dengan latar belakang gunung Semeru


NB: Maaf fotonya agak burem. ini poto yg dipoto lagi pake kamera hp :P (mekso.com)

25 July 2007

Remote control

Belinya di emper toko alis kaki lima. Ngga sengaja alias iseng. Karena harganya cuma sepuluh ribu rupiah (lengkap dengan battery-nya) akhirnya saya beli. Palstiknya sengaja ngga saya buka soalnya saya ngga yakin bisa dipake dan penjualnya memberi money-back guarantee kalau ternyata remote nya ngga bekerja dengan baik.

Walhasil? Ajaib!! Remote cembanan itu bisa dipake. Horeeee!!! Sekarang saya ngga usah repot2 mendekat ke VCD player kalau mau mematikan atau mem-pause. Huh coba tahu dari dulu-dulu. Coba bayangkan sudah setahun ini setiap nonton VCD semua saya lakukan tanpa remote control. Akibatnya, ketika saya tidak bisa melanjutkan menonton film, padahal filmnya tinggal sedikit lagi tamat, saya harus mengulangnya dari awal. Kecuali kalau di pause. Tapi kalau kesempatan nonton lagi baru besok harinya, masak di pause seharian.

Kali ini iseng saya membawa berkah hehehe..
Tapi...ini termasuk barang bajakan bukan ya?

10 July 2007

01 July 2007

Kopdar

Tadinya kita mau makan pangsit di sby hari jumat malem. Saya udah kecewa krn ga bakal bisa ikut. Anak2 pasti protes kalo saya tinggal. Maklum mbok-mbok..
Tapi untungnya teman2 berbaik hati mengubah jadual ke hari sabtu. Hore saya bisa ikuut. suwun yo Ndol, hatimu memang semulia ibu peri....h


Anton, Sugeng, Fahmi, Syahwinda. Yg sebelah kiri itu dengkulnya Mendol.

Yang bikin saya semangat pingin dateng, terus terang, krn saya penasaran sama Mas ini. Foto di blognya gak jelas. Kebetulan jg fahmi ngajak si imyuuuut ini yg jg belum pernah ketemu.

Legok asri akhirnya jadi pilihan untuk ketemu (ealaah Sidoarjo juga akhirnya, Mi hahaha). Pengunjung yg tdk terlalu padat membuat kami bisa berlama-lama ngobrol dan kakak kikik. Pesan makan pun gak pake embel2: mas, gak pake lama yaaa. Kami merasa tidak keberatan berlama2 disitu krn sebenarnya acara makan2 adalah tujuan no 2. No 1 nya? Njeglak haha..... eh ketemu Fahmi ding hihihi.


Mereka dulu pernah pacaran sekantor.

Suasana sepi sejenak krn mulut kami sibuk mengunyah ayam goreng dan ayam bakar serta menu2 lain yg mengundang liur. Ah, pokoknya acara kemarin sama sekali menyenangkan. Meski hampir tiap hari saya ketemu siberat 1771, Anton dan Sugeng di kantor, tapi karena ada Fahmi dan Syahwinda, acara kumpul-kumpul kemarin jadi terasa absolutely exciting.



Si Imyyuuut itu.




Awalnya kami ber-7 mengelilingi makanan tapi ketika hujan turun dengan derasnya posisi jadi berubah, kami ngumpul di tengah piring bekas makan yang mengelilingi kami hahaha.. Mana gazebonya bocor lagi. Untung ngga sampe pangku-pangkuan duduknya. Ngga kebayang kan kalo Mendol yang segede itu dipangku Fahmi hahahaha. (ampun prends...). Akhirnya saya harus puas dengan hasil jepretan ala kadarnya dan cuma sedikit ini.
Ah hujan itu......

26 June 2007

Shame on...me

Entah ini kebiasaan buruk atau hanya bentuk kehati-hatian yang berlebihan. Setiap saya berenang (di kolam renang umum) saya selalu tidak pernah membawa perlengkapan apapun yg tidak ada hubungannya dengan kegiatan berenang. Takut ilang. Dompet dan segala isinya saya tinggalkan di rumah, lebih-lebih henpon. Uang saya masukkan di saku celana saja, itupun secukupnya. Untuk keperluan beli tiket dan makan.

Hari itu, dengan diantar suami pergilah kami berenang. Seingat saya, saya sudah bawa uang cukup, makanya ketika anak saya ( 2 orang) mengajak makan di Sari Bundo sepulang berenang, saya oke-in aja. Tempatnya tepat di depan kolam renang. Karena kelaparan abis berenang mereka makan lahap banget. Agak ngeper juga saya, melihat mereka makan begitu rakusnya, comot ini, comot itu. Lalu iseng-iseng saya raba kantong saya. Hah!!! Cuma 70 puluh sekian ribu. Cukup ngga ya buat bayar makanan ini?

Otak saya langsung berputar (biasanya gak pernah dipake hehehe) gimana nyari jalan keluar, kalau nanti ketika bill (halah bill, bon maksute) diserahkan ternyata uang saya kurang. Ada beberapa alternatif solusi yang sudah terbayang di benak saya:

  1. Nelpon temen (pake telp koin tentunya) yg rumahnya paling dekat dengan lokasi untuk minta bantuan.
  2. Ninggal anak-anak di tempat dan saya pulang ngambil duit. (jarak rumah dan lokasi tidak terlalu jauh, tapi kalo naik becak kayaknya kasian juga anak-anak kelamaan jadi jaminan hahaha)
  3. Nyuruh si sulung pulang naik becak buat ngambil duit (tapi kok kayaknya kelamaan)
  4. Nelpon suami di kantor, minta solusi (halah kok repot tenan, dia dimana aku dimana)

Untuk sementara saya agak tenang sambil liat kiri kanan kira2 makan saya abis berapa ya... Di meja sebelah saya ada pasangan suami istri dengan seorang anak kecil. Kalo dilihat sisa menunya, dia menghabiskan makanan lebih sedikit dari yang kami konsumsi. Ketika waiter datang menghampiri mereka untuk mengantarkan bon, saya pasang kuping baik-baik. Wah kok habisnya melebihi jumlah uang yg ada dikantongku, padahal mereka kan makannya lebih sedikit. Modar aku!! Akhirnya supaya ngga perlu menjalankan 3 alternatif solusi di atas eh 4 ding, saya berhenti makan. Pura-pura kenyang. Biar anak-anak aja yang makan. Aku makan nasi ama kuah aja (kayak yg di iklan itu hahaha). Soalnya malu udah kebayang di depan mata nih.

Akhirnya tibalah saat yang menegangkan itu. Saya panggil mas-mas nya, minta bill (halah bill maneh, bon gitu looohh).

Saya: Berapa mas?
Waiter: Seratus sekian ribu, Bu. (modiaaarrrr tenan…) Tapi karena hari ini ada diskon 25%, jadi totalnya tinggal sekian, Bu.

Setelah saya lihat jumlahnya, saya lega, kayaknya masih cukup nih uang dikantong. lalu saya keluarkan semua uang (yg kucel bin lecek) di saku celana. Semuanya, termasuk recehan. Jumlahnya pas, sisanya cuma 3 ratus perak. Ongkos becak buat pulang? Bayar di rumah aja. Oh ya, masih ada lagi cerita memalukan dari kolam renang selain yang ini. Tunggu besok.

Moral of this story: money can't buy everything (halah..)

22 June 2007

My first income

Sebenarnya saya ngga yakin saya bisa meraih ratusan dollar dari adsense, tapi saya pikir mencoba tidak ada salahnya, sambil terus belajar dari sana sini termasuk sama ahlinya.

Soal belajar ini saya sampe ngga bisa tidur gara2 adsense hahaha. Nggilani tenan. Yang kebayang kode banner dan earning report saya hehehe... Sumpah nggilani.

Postingan ini sudah mengalami perubahan. Skrinsyut earning report saya hapus krn ternyata melanggar TOS, yg ngga saya baca hehehe.

Suwun yo Mas

19 June 2007

Adsense


Akhirnya adsenseku di approved. Legaaaa. Bukan uangnya yang kebayang tapi asiknya punya mainan baru. Saya ngga tahu banyak soal adsense ini, tos-nya langsung saya terima, soalnya semuanya dalam bahasa Inggris. Yang penting saya tempel2 dulu lah. Maaf kalo tampilannya bikin mata anda jadi sepet hehehehe. Maap juga kalo beberapa hari ini saya jarang berkunjung balik ke tempat anda (emang siapa gua hehehe). Soalnya lagi sibuk ngutek-ngutek html e adsen yang kayaknya masih butuh waktu lama, soalnya saya termasuk slow-learner. Masih mau tanya2 gimana caranya tampilan blog bisa 3 kolom.

17 June 2007

Earn money from blog

Awalnya ketika berkunjung ke sebuah blog yang 'rame' dengan iklan ini itu, saya mikir: ngapain juga nih orang nempelin iklan di blognya, bikin mata jadi sepet, kemriyek dll. Tapi setelah saya tahu itu menghasilkan uang saya jadi malu sendiri (katro tenan hihih). Lalu saya jadi tertarik untuk mencoba. Iseng aja, gak ada resiko ini. Saya daftarin blog gak mutu ini ke adsense. Jawabannya ditolak mentah2, karena adsense tidak mendukung (ato apa lah istilahnya) blog berbahasa Indonesia. Ya sudah, gak pa-pa. Tapi bukan berarti saya jadi patah semangat. Saya terus mencari tahu gimana caranya dapet duit dari blog (hihihi kok ngoyo tenan).

Setelah tanya sana tanya sini, baca sana baca sini saya bikin blog berbahasa Inggris (maaf masih rahasia) trus tak daptarin ke adsense, katanya sih 2 hari biasanya udah dapet jawaban. Tapi ini sudah 2 hari kok gak ada jawaban juga ya. Yo wes lah, mungkin saya gak jodo ama adsense, sama gak jodonya dgn adbrite yg sudah berhari2 ngga jawab lamaran saya (asem tenan).

Nah hari ini kalo temen-temen melihat ada gambar tas dan berbagai perlengkapan wanita di side bar, itu saya pasang dalam rangka nyari duit dari blog, sapa tau bisa nyusul mbak ini hehehehe (mimpi kali yeee). Tapi karna saya ngga mbaca sampe detil tos-nya yo embuh lah entuk duite kapan, pokoke tak tempel ae. Itung-itung buat mainan baru, nek sampek sak ulan gak ada duit masuk yo tak buang aja, beres toh. Tapi kalo ndak salah katanya saya dapet duitnya kalo ada yg bertransaksi lewat klik di blog saya. Kalo nda salah lho, soale mbacanya sambil raba-raba alias ndak begitu ngerti bahasa Inggris. Kalo ada yang tahu mbok saya dikasih tahu... Suwun

13 June 2007

Ikhlas

Kau tak perlu memintaku melakukan hal yg kau anggap baik. Aku tau kapan mesti melakukannya.....
Dan ketika saat itu datang tak ada lagi pamrihku...

11 June 2007

Cinta

Tuhan, ajari aku mengenal cinta sebagaimana orang lain mengartikannya.
Karena, kata orang, dia adalah sumber segala2nya.

Pramoedya Ananta Toer

03 June 2007

I wish I were.....


Pernah nyoba ciuman gaya begini? Atau membayangkan menjadi Kristen Dunst dan kissing upside-down begini dengan Tobey Maguire, Nicholas Cage, Pierce Brosnan ato sama mas......halah!! Wes tuweeek!! Nyebuuuuttttt!!
Lho.. kalo cuma mbayangin kan ndak papa :P

Tip: buat yg pingin nyoba, cari tali dan gantungan yg kuat. Jo lali critani piye rasane ..

gambar diambil dari sini

28 May 2007

Il fil

Pergi bersama keluarga meski cuma makan-makan di warung lesehan kaki lima buat saya sudah cukup menyenangkan. Apalagi kalau kesempatan untuk itu sangat jarang sekali didapat. Kebersamaan yang sangat ditunggu dan tentu dengan harapan semua peserta menikmati kebersamaan dan bergembira.

Mungkin karena ekspektasi saya terlalu tinggi, maka ketika ada sedikit saja yang salah di acara keluar bersama itu, saya langsung kecewa dan buntut2nya apalagi kalo bukan marah. Lebih marah lagi karena yang bikin suasana rusak adalah orang yang sudah ndak lucu lagi alias bojo dewe. Yang bikin tambah mangkel, kejadian ini gak cuma sekali dua tapi berkali-kali. Huuhhh!!! Akhirnya bayangan saya ttg suasana gembira penuh tawa hilang berganti dengan acara tukaran (berantem) sepanjang perjalanan. Sampeyan mau tahu rasanya? Seperti menemukan sehelai rambut di menu makan siang. Marah plus pingin muntah!!! Rrrrrggghhhh...

Wes sakmene wae nulise, daripada nulis panjang isine pisuhan tok!!!

gambar diambil dari sini

17 May 2007

Absurd?

Kalau mau jujur sebenarnya saya tidak memerlukan barang secanggih ini untuk berkomunikasi, karena fungsi HP buat saya hanya untuk menerima telpon dan sms, hp second 400 ribuan saja sudah cukup menjawab kebutuhan saya. Tapi mungkin, Paink, sahabat saya sejak SMP, agak kasihan melihat saya kemana-mana masih menggenggam hp monoponik kelas pembokat. Coba bayangkan pembokat saja sekarang ini sudah punya hp berkamera sementara saya tetap pede dengan hp tanpa kamera apalagi ber-symbian.

Kemudian, dalam sebuah kesempatan, Paink ingin membagikan sedikit dari bonus ribuan dollarnya untuk saya dalam bentuk N73. Dalam hati saya sempat ragu,(maaf Pank) meski saya tahu Paink bukan orang yang suka bohong. Tapi, barang yg dia janjikan kan bukan barang murah, paling tidak untuk ukuran saya.

Keraguan saya terjawab sudah. Dia tidak bohong.



Senang? Tentu, karena sekarang saya punya benda yang tidak akan mampu saya beli dengan uang sendiri. Tapi saya juga sedih karena hingga seusia ini saya masih belum bisa memijakkan kaki ditempat seharusnya saya berada. Absurd, paradox atau apa lah istilah yg tepat buat saya. Menggenggam N73 sementara saya masih naik angkot kemana-mana, masih pusing dengan tingginya harga beras dan minyak goreng yang membuat saya harus pintar-pintar mengatur keuangan keluarga.

Saya merasa belum tidak pantas memiliki benda ini, tapi saya tak mampu menolaknya. Jadi untuk sementara saya anggap ini sebagai nasib baik saya. Eniwei, many thanks to Paink. Mudah2an tahun depan bonusnya lebih gede, jadi bisa beliin aku yg music edition ato N yang lebih canggih lagi (halah!!!!)

13 May 2007

Menunggu

Dia bilang : barangnya dikirim senin ini. Horeeeeeeee!!!!!!

07 May 2007

Pailit :P

Kemarin dapet SMS 'cinta' ini...he..he..





Gara-gara kakean melu arisan, tabunganku kosong :P. Ada yang mau nyumbang? Segera kontak saya by email.

NB: Mas ..mas mbok aku diutangi he..he..

04 May 2007

Penat

Saya tidak biasa menye-menye. Saya bukan orang romantis yang selalu membungkus maksud dengan kata-kata bersayap. Saya juga bukan orang yang pandai mengungkapkan isi hati dengan bahasa berbunga-bunga. Saya bukan orang yang dengan mudah begitu saja percaya pada sebuah konsep kebenaran yang disodorkan seseorang untuk saya yakini bahwa itu benar sebelum saya bisa membuktikannya, atau orang itu mampu meyakinkan saya. Tapi saya juga bukan orang tanpa rasa.

Dulu ketika pertama kali saya belajar membuat blog, tujuan saya cuma ingin menambah teman. Blog ini bukan untuk memuat curahan hati saya, karena saya tidak butuh blog untuk mencurahkan isi hati. Tapi ternyata saya harus menjilat ludah sendiri.

Menyenangkan punya banyak teman meski hanya teman maya, tapi sekaligus juga melelahkan karena ternyata saya tidak punya cukup banyak energi untuk melayani mereka sebagaimana seharusnya seorang teman. Dusta kalau saya katakan saya kesepian bila tidak menyentuh alat ajaib bernama internet ini karena saya punya kekasih-kekasih yang mencintai saya sepenuh hati. Bohong kalau saya berkata menjadi terasing bila tidak menelusuri kabel-kabel yang menghubungkanku dengan dunia virtual ini karena saya punya banyak teman d dunia nyata dengan berbagai model.

Yang benar adalah saya merasa tidak modern, gaptek dan tidak up to date jika saya berhenti menyentuhkan jari pada kibord komputer. Dan itu semua hanya untuk kesenangan saya pribadi semata. Tidak ada nilai lebih untuk anak-anak dan suami saya.

Mungkin sudah waktunya saya memanjangkan waktu sujud. Melamakan dzikir. Melapangkan dada. Meruahkan syukur. Menjalani hidup dengan lebih religius. Mengunci mulut dari perkataan yang tidak perlu. Melembutkan ucap dan berbagai kemestian lain sebagai ibu dan istri yang selama ini terabaikan. Sengaja saya tuliskan ini disini sebagai ikrar sekaligus harapan dan pengingat bagi saya bahwa tanggungjawab itu kian hari kian menggunung.

27 April 2007

Piau; piao; piaw

Untuk orang yang tidak bisa disiplin dalam mengelola keuangan seperti saya, menyimpan uang dalam bentuk tabungan bukan pilihan tepat. Kemudahan menarik kapan dana kapan saja justru menjadi ancaman buat saya. Pilihan menyimpan dana -yang tidak seberapa ini- akhirnya jatuh pada asuransi, tabungan berjangka atau arisan! Arisannya bermacam-macam, mulai dari yang cuma 25 ribuan sampe yang sejuta perbulan saya ikuti.

+: wah duite akeh men hehehehe
=: jangan salah, duit itu termasuk jatah belanja jugak. Makanya jangan heran kalo menu hariannya cuma tempe, tahu ama krupuk ha..ha..


Dari sekian banyak arisan ada satu arisan yang menurut saya paling menguntungkan. Namanya arisan Piau/piao/piaw. Umumnya pesertanya adalah etnis cina.

Begini ilustrasinya:
Katakan dalam satu kelompok terdapat 10 anggota. Masing-masing anggota wajib menyetor sejumlah uang sesuai yang telah disepakati bersama. Sebut saja 1 juta. Seperti lazimnya orang yang ikut arisan, semuanya pasti ingin menjadi orang pertama yg narik arisannya, nah disinilah bedanya arisan Piau dengan arisan2 lain. Setiap orang bisa menjadi orang kedua yg narik (kesempatan narik pertama biasanya jadi hak ketua). Tapi tentu saja ada harga yang harus dibayar.

Mereka harus 'membeli' kesempatan itu dengan cara memasukkan sejumlah uang dalam amplop (nge-piau). Jumlahnya hanya diketahui oleh yang bersangkutan. Jumlah uang dalam amplop ini menandakan kesediaan ybs mengurangi jumlah uang yg harus dibayarkan anggota arisan ain sejumlah uang di dalam ampop.

Bingung ya?

Begini: misalnya A memasukkan uang 50 ribu dalam amplop, dan jumlah itu adalah yang terbesar diantara amplop2 lainnya. Berarti A adalah pemenang. Dia akan mendapatkan kesempatan narik di bulan itu, dengan catatan, peserta lain hanya membayar 950 ribu rupiah (1 juta-50 ribu). Jadi total dia hanya mendapat 9,5 juta. Setelah pemenang diketahui, uang dalam amplop kemudian dikembalikan pada pemiliknya. Permainan ini bisa berulang di bulan-bulan berikutnya. Siapapun bisa narik duluan asal dia mau nge-piau. Tapi biasanya jumlah piau semakin lama semakin kecil.

Lalu bagaimana kewajiban peserta yang narik pertama dan hanya mendapat 9,5 juta? Dia tetap harus membayar penuh 1 juta perbulan, meskipun di bulan-bulan berikutnya ada peserta lain yang nge-piau, karena peserta yang sudah pernah nge-piau tidak berhak atas pengurangan itu.

Arisan model ini enak, karena
  1. Pesertanya tidak harus berkumpul tiap bulan. Uang bisa ditransfer setelah ketua mengabari -lewat telpon atau sms- pada semua peserta.
  2. Peserta yang nge-piau pun tidak merasa rugi meski dia tidak mendapatkan utuh 10 juta, karena dia bisa mendapatkan 'pinjaman' uang dengan cepat dan 'bunga' nya (jml piau) dia sendiri yg menentukan.
  3. Peserta yang tidak pernah nge-piau pun tidak merasa dirugikan, karena meski dia narik belakangan, jumlah yang dia bayarkan tidak sampai 10 juta sementara dia mendapatkan utuh 10 juta di akhir periode.
Yen ngoten, pripun, Mbah

Ngantuk poooollllll

Saya baru tahu kalo anak kecil ternyata tidak tahu kalau ketika ngantuk harus merebahkan badan supaya tidak doyong sana doyong sini he..he..



Note: pidio kiriman teman.