18 October 2007

Ini kopdarku bukan kopdarmu

Cuma satu kata: Lawan eh Seru! (maklum saya jarang kopdar). Meski yang heboh cuma Siwi dan Zam tapi udah bisa bikin suasana jadi seger dan ngga ngerasa udah berjam-jam kita nongkrong. Kalian yang ngga sempet gabung paling tidak lewat gambar kalian bisa merasakan serunya.

Barry Prima (bukan nama sebenarnya :D), mas Joko, tika, siwi


Searah jarum jam: omith, fahmi, mardun dan arul


venus, zam dan peyek
foto yang laen bisa diliat di sini
postingan serupa di sini dan di sini

ini kopdar susulan tgl 18 malem sama vivink

Labels: , ,

10 September 2007

1000 Shura


Saya ngga tau mesti bangga ato malu atas keterlibatan saya dalam pembuatan film indie berjudul 1000 Shura. Seandainya saja tawaran itu datang 10 tahun lalu, pasti akan beda rasanya..:P

Malam itu telpon saya berdering. Dari Dita yang paginya sempat telpon tapi missed, gak keangkat.

(dialognya kira2 begini)
Dita : mbak bisa akting ngga?
Aku : (rodo bingung) akting apa?
Dita : bisa kan? Pasti bisa…..mbak besok mampir ke rumah ya…
Aku : (masih bingung) akting apa seeh?
Dita : wes pokoknya besok tak tunggu di rumah..

Karena jarak antara kantor saya dan rumah Dita cuma beberapa ratus meter, ya..sudahlah saya ngalah. Sampai di lokasi ada banyak anak-anak (saya sebut begitu karena sepertinya mereka pantas jadi anak saya). Lalu mereka menjelaskan, bahwa mereka sedang membuat film dan membutuhkan pemeran ibu untuk pemeran utama. Dan untuk membuat film senatural mungkin (halah apa lah istilahnya) maka dicarilah pemeran ibu yang memang sudah tua ibu-ibu. Dan pilihannya jatuh pada saya yang kebetulan bisa akting sedikit karena yg lain nggak mau.

Awalnya saya pesimis bisa memenuhi harapan mereka. Gimana ngga pesimis, karakter tokoh yang saya perankan adalah: ramah, tegar, sabar, santun dan -ini yg paling ngga gue banget- cantik :)). Tapi saya jadi tahu kenapa mereka memilih saya; mereka ngga punya waktu untuk cari yang lebih tepat :)). Tak ada rotan akar punjabi hehehe... Yo wes lah kuterima kenyataan ini. :P

Setelah beberapa hari latian, tibalah saat syuting. Saya ngga pernah membayangkan prosesnya begitu ribet. Harus take berulang-ulang, lebih2 kameranya cuma satu. Jadi untuk satu adegan harus take berulang-ulang dari berbagai macam angle. Akhirnya waktu yang saya perkirakan cuma sekian jam jadi molor. Syuting yang saya perkirakan bisa selesai dalam waktu sehari saja ternyata harus dilanjutkan keesokan harinya. Akhirnya saya kena semprot suami. Katanya terlalu banyak komitmen. Lhaaaa???

Sebenarnya saya bisa saja mengundurkan diri, toh ngga ada ruginya buat saya. Tapi kok rasanya kasihan anak-anak itu. Bukan soal ketersediaan penggantiku yang pasti berserakan di luar sana, tapi mereka pasti tidak punya waktu lagi untuk mencarinya. Akhirnya meski agak berat saya teruskan tugas saya menjadi bagian dari film mereka. Lagi pula mengasyikkan kok bekerja dengan mereka. Meski serius tapi tetap banyak ketawanya. Tapi perbedaan status dan usia membuat saya tidak bisa sepenuhnya menyatu dengan mereka. Saya punya banyak keterbatasan. Pada saat matahari sudah condong ke barat, pikiran saya mulai tidak tenang. Ini saatnya saya ada di rumah. Tawa saya tidak lagi lepas lagi. Saya harus pulang.

Untunglah, scene saya tidak banyak. Hanya di ruang tamu dan di kamar. Hari kedua syuting cuma berlangsung sekitar 1 jam-an. Harusnya ngga ada hari ke 2 buat saya, tapi karena hari sebelumnya saya ngga mau nunggu sampai selesai (sudah terlalu malam) akhirnya syuting dilanjutkan keesokan harinya.

Terimakasih kalian sudah mempercayai saya menjadi bagian dari karya kalian. Mudah-mudahan bermanfaat. Dan terus terang saya kapok syuting lagi (emange ada yag mau ngajak lagi??????)

Foto2 lain bisa diliat di sini

Labels:

06 September 2007

Bebek itu telah pergi...

Kurang lebih 6 bulan lalu saya sempet ketemu dia waktu dia mau pamit pada orang tuanya di Jember untuk berangkat ke Aceh. Kesan saya, bebek orang yang ringan tangan, rendah hati dan pintar bergaul. Temannya banyak. Dia tidak canggung bergabung di komunitas manapun. Sifat ringan tangannya dia tunjukkan ketika dia membantu saya membenahi blog saya. Dengan sabar dia menuntun saya langkah demi langkah. Untuk orang awam seperti saya, ini bukan pekerjaan gampang, tapi dia dengan sabar mengajari saya, padahal saya cuma teman blogger yang baru sekali bertemu.

Terakhir ngobrol dengan Bebek kira-kira sebulan lalu, dia mengabarkan akan segera menikah. Saya bahkan dikenalkan pada calon istrinya lewat YM (mudah2an saya segera bisa menghubunginya). Makanya saya benar-benar tidak menyangka dan hampir tidak percaya ketika membaca pesan singkat dari Mas Hadik bahwa bebek telah pergi.

Selamat jalan Bebek, semoga kau menemukan kedamaian disisiNya…

posting terkait:
bebek
faniez
bahtiar
venus
vivink
pitik
kw
hedi

Labels:

22 August 2007

Mahameru 2

Tadinya mau saya posting di sini. Tapi kok susah sekali ngatur le ot nya (ato aku yang oon?). Dibawah ini poto jadul waktu ke Semeru. Jangan tanya tahun berapa, ntar ketahuan kalo saya sudah tua hehehehe. Ceritanya bisa dibaca di sini.

Menuju Ranu Pane

Ranu Pane

Ranu Pane juga

Di depan Pos Ranu Pane. Menuju Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo. Aku dan Yeti

Menuju Puncak. Lihat medannya. 3 jam kami 'merangkak'


Akhirnyaaa....sampe juga. Ki-ka Yoga, Deni, Anen, Yeti, Ali. Aku, Ronald

Poto bareng 'Gie'. Lihat kostumnya, jins semua, pinjem semua. Untung dalemnya masih ada baju lagi


Ali, Ronald, Yoga. Di mana mereka ya....


Perjalanan pulang.


Aku dan Deni. Kelelahan di hutan cemara

NB: Posting ini saya persembahkan (halah) untuk teman2 satu kost di Wisma Blambangan.

Labels:

01 July 2007

Kopdar

Tadinya kita mau makan pangsit di sby hari jumat malem. Saya udah kecewa krn ga bakal bisa ikut. Anak2 pasti protes kalo saya tinggal. Maklum mbok-mbok..
Tapi untungnya teman2 berbaik hati mengubah jadual ke hari sabtu. Hore saya bisa ikuut. suwun yo Ndol, hatimu memang semulia ibu peri....h



Anton, Sugeng, Fahmi, Syahwinda. Yg sebelah kiri itu dengkulnya Mendol.

Yang bikin saya semangat pingin dateng, terus terang, krn saya penasaran sama Mas ini. Foto di blognya gak jelas. Kebetulan jg fahmi ngajak si imyuuuut ini yg jg belum pernah ketemu.

Legok asri akhirnya jadi pilihan untuk ketemu (ealaah Sidoarjo juga akhirnya, Mi hahaha). Pengunjung yg tdk terlalu padat membuat kami bisa berlama-lama ngobrol dan kakak kikik. Pesan makan pun gak pake embel2: mas, gak pake lama yaaa. Kami merasa tidak keberatan berlama2 disitu krn sebenarnya acara makan2 adalah tujuan no 2. No 1 nya? Njeglak haha..... eh ketemu Fahmi ding hihihi.


Mereka dulu pernah pacaran sekantor.

Suasana sepi sejenak krn mulut kami sibuk mengunyah ayam goreng dan ayam bakar serta menu2 lain yg mengundang liur. Ah, pokoknya acara kemarin sama sekali menyenangkan. Meski hampir tiap hari saya ketemu siberat 1771, Anton dan Sugeng di kantor, tapi karena ada Fahmi dan Syahwinda, acara kumpul-kumpul kemarin jadi terasa absolutely exciting.



Si Imyyuuut itu.




Awalnya kami ber-7 mengelilingi makanan tapi ketika hujan turun dengan derasnya posisi jadi berubah, kami ngumpul di tengah piring bekas makan yang mengelilingi kami hahaha.. Mana gazebonya bocor lagi. Untung ngga sampe pangku-pangkuan duduknya. Ngga kebayang kan kalo Mendol yang segede itu dipangku Fahmi hahahaha. (ampun prends...). Akhirnya saya harus puas dengan hasil jepretan ala kadarnya dan cuma sedikit ini.
Ah hujan itu......

Labels: